Seni, Tauhid, dan Ketuhanan dalam Pameran Misykat Cahaya

Seniman Teguh Agus Priyanto menggelar pameran bertajuk Misykat Cahaya di Galeri Tee Huis, Dago Tea House, Kota Bandung, 17-20 Juli 2023. Pameran tunggal ini merupakan tugas akhir Teguh dalam menempuh tugas akhir di Pascasarjana Institut Seni Budaya Indonesia.

Seniman Teguh Agus Priyanto menggelar pameran bertajuk Misykat Cahaya di Galeri Tee Huis, Dago Tea House, Kota Bandung, 17-20 Juli 2023. Foto: Rayhadi Shadiq.

Teguh menyebut, pameran ini memiliki pesan sederhana. Ia coba membagikan pengalaman personalnya terkait seni dan ketauhidan.

Bagi seniman muslim, kata Teguh, berkarya seni seharusnya membuat seorang seniman lebih mengenal dirinya sendiri dan Tuhannya.

Seniman Teguh Agus Priyanto menggelar pameran bertajuk Misykat Cahaya di Galeri Tee Huis, Dago Tea House, Kota Bandung, 17-20 Juli 2023. Foto: Rayhadi Shadiq.

Ia juga terinspirasi ucapan Yahya Bin Muadz, lalu buku Al Hikmah fi Makhluqat Allah yang ditulis Hikam Al Ghazali.

Diaplikasikan ke dalam bentuk instalasi seni dan cahaya, Misykat Cahaya menampilkan 6 bentuk (dari satu instalasi utuh) yang memiliki karakteristik berbeda.

Seniman Teguh Agus Priyanto menggelar pameran bertajuk Misykat Cahaya di Galeri Tee Huis, Dago Tea House, Kota Bandung, 17-20 Juli 2023. Foto: Rayhadi Shadiq.

Keenam bentuk tersebut pada awalnya menyimbolkan ketauhidan, yang menjadi simbol kepercayaan terhadap Tuhan.

Seniman Teguh Agus Priyanto menggelar pameran bertajuk Misykat Cahaya di Galeri Tee Huis, Dago Tea House, Kota Bandung, 17-20 Juli 2023. Foto: Rayhadi Shadiq.

Ada tampilan bentuk dengan hiasan warna dari manik-manik, ada bentuk dengan sentuhan monokrom, lalu bentuk yang mulai dikaburkan dari bentuk aslinya.

“Secara global, (karya ini) tentang spiritualitas Tauhid. Setiap bentuk-bentuk yang ada di sini memberikan makna tersendiri,” ujar Teguh.

Seniman Teguh Agus Priyanto menggelar pameran bertajuk Misykat Cahaya di Galeri Tee Huis, Dago Tea House, Kota Bandung, 17-20 Juli 2023. Foto: Rayhadi Shadiq.

Bentuk yang melingkari ruang kosong tersebut akan mengubah setelan lampu yang awalnya normal menjadi cahaya dengan warna ungu-kebiruan jika pengunjung mengisi ruang tersebut.

Selama 20 detik, setelan lampu pun berganti menjadi hijau. Pergantian selama 20 detik ini membuat setiap bentuk dapat menampilkan makna simbolik Misykat Cahaya itu sendiri.

Seniman Teguh Agus Priyanto menggelar pameran bertajuk Misykat Cahaya di Galeri Tee Huis, Dago Tea House, Kota Bandung, 17-20 Juli 2023. Foto: Rayhadi Shadiq.

“Dalam konteks Tauhid, kadang, apa yang kita lihat indah, justru itu seperti permulaannya saja. Kita bisa melihat bentuk yang penuh warna sama manik-manik ini, lalu dia berubah menjadi monokrom, dan akhirnya ‘bentuk tauhid’-nya hilang. Hanya bentuk yang mengarah ke atas. Di sini lah individu sudah mencapai tahap mencintai Sang Khalik, tanpa melihat lagi aspek duniawi,” ucap Teguh.

Baca Juga :   Galeri Karya The Man Who Carried A Mountain
Seniman Teguh Agus Priyanto menggelar pameran bertajuk Misykat Cahaya di Galeri Tee Huis, Dago Tea House, Kota Bandung, 17-20 Juli 2023. Foto: Rayhadi Shadiq.

“Karya ini sangat personal. Dan akhir dari perjalanan spiritual disimbolkan oleh bentuk terakhir ini. Tetap ada ‘simbol Tauhid’ yang saya maksud tadi, tetapi warnanya sudah tidak ada. Saya merasa masih memerlukan simbol ini, sebagai identitas saya mempercayai Islam,” tuturnya.***

Posts created 399

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top