Semangat Seniman Menyambut Masa Pemulihan di Bandung Art Month Ke-4 2021

Bandung Art Month Ke-4 yang berlangsung Agustus hingga September 2021 ini membuat kejutan dan bisa mencapai 28 acara seni. Foto: Bandung Art Month.

MIKROFON.ID – Bandung Art Month Ke-4 yang berlangsung Agustus hingga September 2021 ini membuat kejutan. Acara tahunan kali ini bisa mencapai 28 acara seni, dengan puluhan seniman yang terlibat, dan diprediksi bertambah.

Jumlah yang patut diapresiasi mengingat ketahanan hidup masih belum pulih betul dari dampak terpaan pandemi.

Sebelum direncanakan, sempat muncul keraguan. Suasana pandemi masih hadir. Pembatasan pergerakan oleh pemerintah juga tarik-ulur, maju-mundur.

Namun, jika melihat Bandung Art Month Ke-3 tahun kemarin, animo peserta justru meluap. Padahal, situasi tahun lalu boleh dibilang lebih ‘gelap’ untuk menggelar agenda seni terbesar tahunan di Bandung Raya ini.

Atmosfer Bandung Art Month Ke-3 masih dirundung suasana geger, mencekam, terkejut, bingung, terancam karena belum lama merasakan Covid-19 hadir di sekitar. Kemudian, para seniman bermunculan, menguatkan diri sekaligus menumbuhkan semangat di sekitarnya lewat limpahan karya-karya yang dipamerkan.

Founder Bandung Art Month, Rifky “Goro” Effendy menuturkan, dalam waktu beberapa minggu terakhir mulai banyak acara yang sifatnya dadakan. Itu membuktikan ada tatap muka di komunitas, studio, atau galeri, walaupun tidak sebanyak dulu.

“Memang awal tahun lalu orang shock, termasuk pegiat seni. Bagaimana menstrategikan acara. Banyak acara online. Memang banyak kejenuhan membuat sesuatu selalu virtual. Kalau ada pameran ingin sekali berkunjung,” kata Rifky, di Bandung, Kamis, 9 September 2021 lalu.

Di pertengahan tahun ini, situasi semakin membaik. Masa gelap gelombang varian Delta terus meredup. Vaksin-vaksin telah mengisi tubuh banyak masyarakat.

Galeri dan tempat-tempat pameran pun bisa menerapkan protokol kesehatan, membatasi pengunjung, di tengah laporan kasus Covid-19 yang terus menurun.

Sejumlah seniman pun bergairah untuk menyambut masa pemulihan ini dengan menggelar acara, mengisi ritual tahunan yang dikenal besar dengan semangat kolektif.

4KSES

Pada penyelenggaraan di tahun ke-4, BAM 2021 bertema AKSES. Tema ini diangkat untuk menguatkan hubungan dunia seni dengan konteks masyarakat luas khususnya melalui teknologi komunikasi, media-sosial, game, serta virtual.

Rifky menjelaskan, hal ini menjadi sangat penting terutama ketika pada masa pandemi yang membatasi pergerakan fisik manusia secara global.

“AKSES berfokus kepada bagaimana teknologi mutakhir membantu manusia bisa tetap bekerja dan beraktifitas dalam keadaan sangat terbatas dan darurat. Juga bagaimana dengan teknologi tersebut , seni bisa menjangkau apresiasi masyarakat secara lebih luas lagi,” tuturnya.

BAM 4kses 2021 menyediakan berbagai kegiatan seni secara daring maupun luring dengan prokes Covid-19, mulai dari pameran , open studio, lokakarya, diskusi, dan lainnya.

Bandung Art Month 4kses ini akan digelar pada kurun waktu 21 Agustus hingga 21 September 2021, atau bahkan diperpanjang mengikuti animo yang terus bertambah.

Penyelenggara acara tahun ini memang tidak sebanyak “EDANKEUN” BAM Ke-3 pada 2020 yang diikuti lebih dari 90 acara baik daring maupun luring, di sekitar Bandung Raya.

“Ada 28 acara, kemungkinan masih akan terus bertambah, terutama mungkin yang bertambah workshop dan diskusi online seperti Instagram Live atau Zoom, biasanya dilangsungkan mendadak,” ujarnya.

Rifky menuturkan, tahun lalu acara daring paling banyak. Tahun ini, kemungkin acara virtual itu masih ada, tetapi karena sudah boleh bergerak, sudah divaksin, jadi muncul semacam peralihan menuju tatap muka.

Meski begitu, untuk menggelar pameran itu harus menyiapkan rencana dan venue sebulan sebelumnya. Sebab, perubahan PPKM yang diumumkan pemerintah berubah setiap seminggu.

“Itu sedikit menghambat, tetapi semangat seniman untuk menggelar acara cukup tinggi,” ujarnya.

Ecevutive Director Bandung Art Month, Anton “Popo” Susanto menuturkan, seniman dan venue mencoba beradaptasi agar praktik seni bisa terus terjadi, proses apresiasi terus hadir.

“Ada yang hybrid dan ini sudah menjadi bagian kita. Kondisi ini direspons dengan bagaimana pameran offline masih ada interaksi. Bandung Art Month ini harus dilangsungkan, karena ini salah satu cara mengikat kita, baik antarseniman, maupun dengan pecinta seni,” ucap Anton.

Rifky menambahkan, cara seniman memulihkan diri dan sekitarnya merupakan hal biasa. Selama pandemi, antarseniman yang terdampak pandemi saling bantu, baik kesehatan maupun ekonomi.

“Kami terbiasa bergerak bersama, saling bantu, saling membangkitkan semangat berkarya. Ada banyak seniman berupaya untuk bertahan dan berkarya. Walaupun kunjungannya rendah dan dibatasi, dengan adanya banyak pameran, adanya Bandung Art Month, ada rasa keoptimisan. Ini sebuah tanda menuju perbaikan, pemulihan,” tutur Rifky.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top
%d blogger menyukai ini: