Pertemuan Yantie Raswidjo dengan Ketenangan, di Karya Angka-Warna

Seniman bersaudara asal Bandung R.E. Hartanto dan Tommy Dwi Jatmiko mengadakan pameran tunggal untuk ibunda mereka, Yantie Raswidjo (72), bertajuk “Angka Warna,” di Rumah Kiboku Art Space, Jl. Raya Golf Dago no. 2B, Bandung, 10-26 Agustus 2022 lalu.

Semasa muda, Yantie begitu aktif di arena kreatif mulai mulai dari melukis dan bermain musik. Saat itu, ia sempat menjadi drummer andal.

Yantie sudah mulai bekerja sebagai pelukis di sebuah perusahaan suvenir di Bandung sejak usia 15, saat duduk di bangku SMP di era 1960-an.

Kemudian, ia dipercaya menjadi bendahara koperasi di lingkungan RW tempat tinggalnya, selama lebih dari 30 tahun. Kemampuan itu sesuai dengan bidang studinya dulu di Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA), dengan studi akuntansi dan keuangan.

Sambil mengurus rumah, suami, dan anak-anak, Yantie sibuk berkutat dengan kartu anggota, tabel, dan angka-angka. Tanto, panggilan R.E. Hartanto, masih ingat betul masa-masa rumah kala itu sibuk dikunjungi para pengurus koperasi menjelang rapat anggota tahunan yang diadakan setahun sekali.

Membesarkan empat orang anak dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan tentu dipenuhi banyak tantangan. Tetapi semua dilalui dengan tabah dan tegar.

Tantangan berat mendera justru saat anak-anak sudah beranjak dewasa dan mulai hidup mandiri. Yantie ternyata menyandang gangguan bipolar tipe II. Sejak bulan September 2011, Yantie rutin menjalani konseling dan medikasi hingga hari ini.

“Itu menjelaskan perubahan emosi, mood, dan energi yang mewarnai karakter Mama sejak dulu. Maka sejak bulan September tahun 2011 Mama secara rutin menjalani konseling dan medikasi hingga hari ini,” kata Tanto.

Karya-karya Yantie Raswidjo di pameran tunggal “Angka Warna,” Rumah Kiboku Art Space, Bandung, 10-26 Agustus 2022. Foto: R.E. Hartanto.

Flow

Tanto menceritakan, ibunya mulai melukis kembali setelah pensiun dari koperasi. Sedikit-sedikit cara melukis saat bekerja dahulu diingat lagi. Saat itu semangat melukis naik-turun, begitu juga dengan fokus dan produktivitasnya.

Lalu, Yantie menemukan cara melukis paint by numbers. Selama sepuluh bulan terakhir ini, semangat melukisnya meningkat. Tanto menuturkan, cara melukis seperti ini sebenarnya cukup mudah. Komposisi dan bentuk sudah ditentukan, warna juga sudah disediakan.

Tekniknya cukup dengan mewarnai bidang-bidang sesuai petunjuk angkanya menggunakan cat akrilik. Walaupun begitu, kata Tanto, cara melukis ini bisa cukup memusingkan karena setiap bidang harus dilapis tiga kali supaya cat menjadi solid. Warna yang disediakan pun ada belasan, bisa sampai lebih dari dua puluh warna.

“Cara melukis seperti ini rupanya membuat Mama fokus dan tenang, mirip seperti memecahkan teka-teki yang mengasyikkan. Dalam sepuluh bulan terakhir ada sekitar 30 karya yang Mama kerjakan dan itu membuat mood Mama menjadi stabil,” katanya.

Saking keasyikan, kerumitan teknik pengerjaan paint by numbers ini yang justru membangkitkan kesenangan. Tanto mengatakan, pameran ini menampilkan karya-karya favorit Yantie yang dikerjakan selama sepuluh bulan terakhir.

Karya-karya ini bersifat instrumentalistis, serta membantu menemukan flow dan ketenangan. Di tengah kehidupan masyarakat modern perkotaan yang dipenuhi ketidakpastian dan kecemasan, kata dia, flow dan ketenangan batin besar maknanya.

“Mengutip Dalai Lama XIV, ‘Kebahagiaan semata-mata adalah ketenangan batin’, sementara Prof. Mihaly Csikzentmihalyi menyatakan, ‘Kebahagiaan adalah flow’. Flow adalah kondisi fokus tapi rileks yang dialami mereka yang tenggelam dalam keasyikan mengerjakan sesuatu yang disukai.

Bagi Tanto dan Tommy, dari Mama merekalah bakat seni mengalir, cara memegang kuas yang benar, dengan tumpuan kelingking, supaya pengendalian kuas menjadi stabil dan presisi saat mengerjakan rinci kala melukis cat air. Pembukaan pameran ini juga dimeriahkan dengan serangkaian peringatan ulang tahun.

“Selain itu, pameran ini juga dimaksudkan sebagai peringatan ulang tahun pernikahan Mama-Papa yang ke-50, ulang tahun Mama ke-72, dan ulang tahun Papa ke-73 di bulan Agustus. Usia pernikahan emas ini perlu disyukuri karena Mama dan Papa telah saling setia melewati masa yang panjang penuh hambatan dan rintangan, dan perlu dirayakan bersama orang-orang tercinta,” tutur Tanto.

Karya-karya Yantie Raswidjo di pameran tunggal “Angka Warna,” Rumah Kiboku Art Space, Bandung, 10-26 Agustus 2022. Foto: R.E. Hartanto.

Rumah Kiboku

Pameran tunggal “Angka Warna” ini juga sekaligus membuka Rumah Kiboku Art Space sebagai galeri dan ruang berkesenian. Mastom, begitu Tommy Dwi Jatmiko dikenal, merupakan pengelola galeri ini.

Meski baru dibuka secara resmi, Rumah Kiboku telah diisi aktifitas seni sejak lama. Dimulai dengan kegiatan menggambar bersama Mastom Custom untuk anak usia 5-10 tahun sebelum pandemi menyergap tiga tahun lalu.

Acara mingguan ini harus terhenti di saat peminat makin bertambah. Mastom akhirnya menjadikan Rumah Kiboku sebagai studio seni untuk mempertahankan aktifitas kekaryaan.

Di tengah pandemi yang mulai memudar, ekonomi mulai bangkit, gairah seni pun makin menggeliat, Rumah Kiboku kembali diaktifkan bagi peminat pameran atau acara seni lainnya.

Lokasi Rumah Kiboku ini berada di zona seni mulai dari Orbital Dago, Studio Rosyid, Urbane, Jeihan, hingga studio keluarga Sunaryo.

Rumah Kiboku berada satu atap dengan penginapan. Dari ketersediaan tujuh kamar, disiapkan satu kamar yang dibongkar untuk menjadi galeri.

Mastom akan segera membuka kembali kelas menggambar untuk memulai aktifitas ruang seni di Kiboku. Ia juga membuka ruang bagi seniman, termasu dari kota lain yang ingin menjalankan residensi.

“Seniman luar sebulan nginepnya juga enggak jauh Buat residensi ini layak akomodasinya. Diharapkan bisa memperkuat zona seni rupa di Bandung utara, membuka ruang bagi seniman muda karena ini publik space. Kami juga sangat terbuka bagi berbagai komunitas seperti biola dan gitar klasik yang sudah biasa di sini, menikmati kopi hangat sambil memandangi city view Kota Bandung dari ketinggian,” ujar Mastom.

Karya-karya dari Pameran Angka Warna ini bisa dinikmati di Galeri Foto mikrofon.id, bisa melalui link berikut: Karya Yantie Raswidjo di Pameran Angka Warna.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top
%d blogger menyukai ini: