Ya’tra Art Iringi Perjalanan Ziarah Lima Seniman ke “Barat”

Sky Rhytm #3, karya Putu Sudiana, di Pameran Yatra Art, yang digelar di Mola Art Gallery, Cimahi, 20 Juli hingga 20 Agustus 2022.

Pada 20 Juli hingga 20 Agustus 2022, Mola Art Gallery menggelar pameran karya-karya terbaru dari lima orang seniman yang berasal dan berdomisili di Bali. Kelima seniman tersebut yakni Galung Wiratmaja, Putu Sudiana, Made Wiradana, I Made Duatmika, Made Romi Sukadana.

Sebelum pameran digelar, proses kurasi pameran telah dimulai beberapa waktu sebelumnya dengan studio visit dan pertemuan langsung setiap seniman dengan team kurasi dan manajemen Mola Art Gallery di Bali.

Dari hasil komunikasi intens jarak jauh demi mematangkan persiapan pameran ini, terpilihlah judul pameran Ya’tra Art. Kurator Pameran Ya’tra Art, Anton Susanto menuturkan, para seniman menekankan gagasan tentang Ya’tra Art sebagai sebuah proses, perjalanan dalam berkesenian, dan perjalanan ke arah barat dari tempat mereka berasal.

Bersama kehadiran mereka di Mola Art Gallery, mereka mengusung misi untuk saling menyerap ide, berbagi, dan bersinergi. Yatra diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya adalah perjalanan atau ziarah spiritual di dalamnya.

Breakfast, karya I Made Duatmika, di Pameran Yatra Art, yang digelar di Mola Art Gallery, Cimahi, 20 Juli hingga 20 Agustus 2022.

Perjalanan ini membawa serta energi, mimpi, harapan, keyakinan dan perjuangan yang terselip di dalamnya. Makna ini yang ingin dibagi oleh kelima seniman kepada publik seni dalam pameran Ya’tra Art.

Anton menuturkan, kelima seniman ini menawarkan karya yang mengajak para penikmat seni pada sebuah pengalaman “perjalanan”.  Sebuah “perjalanan” yang menawarkan berbagai pengalaman dan nuansa yang hadir melalui gagasan dan ekspresi setiap seniman yang diejawantahkan melalui setiap goresan, sapuan, cipratan, lelehan, campuran warna, tumpukan warna, lapisan warna dan sebagainya, serta sisipan kisah pada setiap karya.

“Dalam ‘perjalanan’ kali ini kita tidak akan menemukan headline berita harian. Namun kita berhubungan dengan kesenirupaan, maupun aspek personal dan psikologis serta memori atau ingatan kita,” ujarnya.

The Color in Sight, karya Galung Wiratmaja, di Pameran Yatra Art, yang digelar di Mola Art Gallery, Cimahi, 20 Juli hingga 20 Agustus 2022.

Seniman Bali yang menjadi bagian dari Pameran Ya’tra Art, Galung Wiratmaja pameran ini bisa dimaknai sebagai sebuah perjalanan, proses, prosesi penting dalam berkesenian. Tema ini diusung lima perupa dari Bali dalam rangka berpameran seni rupa yang dilakukan di Mola Art Gallery di Cimahi.

“Dalam Pameran ini tema Ya’tra Art dimaknai sebagai sebuah proses, perjalanan dalam berkesenian dan ketika belahan Jawa di bagian barat dituju pastilah dalam rangka menyerap, berbagi, bersinergi berbagai hal tentang keseni-rupaan. Atau sederhananya bisa dikatakan sebagai sebuah ziarah dalam rangka lebih memupuk, memperkaya spirit untuk berkesenian,” ujar Galung.

Karya dari Pameran Ya’tra Art bisa dilihat langsung di Galeri Foto mikrofon.id, melalui link berikut: Pameran Ya’tra Art.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top
%d blogger menyukai ini: