Pameran Rupa Rupi Eksplorasi: Kunci Pembongkar Macetnya Eksplorasi

Komunitas Hegarmanah Bandung menggelar pameran “Rupa Rupi Eskplorasi,” di Galeri Hegarmanah, Gg. Cikapundung No. 34, 22 Februari-22 Maret. Foto: Muhammad Fikry Mauludy/mikrofon.id.

MIKROFON.ID – Komunitas Hegarmanah Bandung menggelar pameran lukisan bertajuk “Rupa Rupi Eskplorasi,” yang dihelat pada 22 Februari hingga 22 Maret 2022, di Galeri Hegarmanah, Gg. Cikapundung No. 34, Bandung.

Pameran ini diikuti oleh 17 pelukis.

Komunitas Hegarmanah Bandung menggelar pameran “Rupa Rupi Eskplorasi,” di Galeri Hegarmanah, Gg. Cikapundung No. 34, 22 Februari-22 Maret. Foto: Muhammad Fikry Mauludy/mikrofon.id.

Pengarah Pameran “Rupa Rupi Eksplorasi,” Toni Masdiono menelisik kondisi macetnya ide, kreasi, motivasi, saat akan memulai kembali proses berkarya.

Ada tekanan tren, kejenuhan teknik, hingga kepekaan estetis yang ikut-ikutan buyar. Butuh siasat untuk bisa meraih “satu langkah untuk memulai seribu langkah ke depan.”

Komunitas Hegarmanah Bandung menggelar pameran “Rupa Rupi Eskplorasi,” di Galeri Hegarmanah, Gg. Cikapundung No. 34, 22 Februari-22 Maret. Foto: Muhammad Fikry Mauludy/mikrofon.id.

Toni menuturkan, bosan, jenuh, dan capek adalah tiga kata yang paling mengerikan, bahkan mematikan bagi seorang seniman.

Bisa dengan teknik yang itu-itu saja, jenuh dengan rutinitas berkarya, dan capek berputar-putar pada berbagai definisi dan dalil seni yang kadang tidak kita pahami.

Komunitas Hegarmanah Bandung menggelar pameran “Rupa Rupi Eskplorasi,” di Galeri Hegarmanah, Gg. Cikapundung No. 34, 22 Februari-22 Maret. Foto: Muhammad Fikry Mauludy/mikrofon.id.

Maka sebenarnya kata-kata semacam itu justru “pertanda” untuk sebuah penjelajahan, eksplorasi artistik, menyelami lebih dalam lautan kreatif yang tak terbatas.

“Saatnya menggali ide-ide, tetirah batin, dan melatih lagi kepekaan estetis dalam diri kita yang sedang mengalami ‘kemacetan’ inovatif,” ujarnya.

Komunitas Hegarmanah Bandung menggelar pameran “Rupa Rupi Eskplorasi,” di Galeri Hegarmanah, Gg. Cikapundung No. 34, 22 Februari-22 Maret. Foto: Muhammad Fikry Mauludy/mikrofon.id.

Toni mengungkapkan, kata kunci eksplorasi adalah jujur dan bebas. Jujur dalam berkarya, tanpa dibebani oleh trend an mengalir seperti air.

Kemanapun tangan dan otak ingin bergerak, bebaskan diri dari kaidah-kaidah umum.

Komunitas Hegarmanah Bandung menggelar pameran “Rupa Rupi Eskplorasi,” di Galeri Hegarmanah, Gg. Cikapundung No. 34, 22 Februari-22 Maret. Foto: Muhammad Fikry Mauludy/mikrofon.id.

Dalam bereksplorasi, seorang seniman bisa mencoba berbagai kemungkinan dalam teknis, cara, gaya, maupun ide-ide lain yang sebelumnya tidak terpikirkan atau belum pernah dilakukannya.

Pendeknya, membiarkan jiwa yang menuntun tangan dan otak untuk berkarya.

“Bukan hal mudah memang. Masih butuh waktu panjang untuk penemuan diri ini. Tetapi yang selalu paling penting adalah ‘satu langkah untuk memulai seribu langkah ke depan’,” tutur Toni.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top
%d blogger menyukai ini: