mikrofon.id

Pameran Artventura, Cara Progresif Mahasiswa Maranatha Terapkan Kampus Merdeka

Mahasiswa Universitas Kristen Maranatha menggelar ‘Artventura Art Exhibition Maranatha Art Festival,’ dari 20 Januari-20 Februari 2022. Foto: Muhammad Fikry Mauludy/mikrofon.id.

MIKROFON.ID – Dibukanya paket program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MKBM) membuka ide mahasiswa Universitas Kristen Maranatha untuk menyelenggarakan Marketing Art Project “Artventura Art Exhibition Maranatha Art Festival.”

Melalui proyek ini, ada setumpuk keuntungan melimpah yang didapat mahasiswa: studi terpenuhi, praktik kerja mandiri berbasis kolaborasi, mendalami artpreneur secara langsung, hingga mendapatkan keuntungan secara finansial.

Acara berupa pameran seni dengan membuka peluang menjual karya ini dijalani Iman Budiman dan Shopia Himatul Alya, mahasiswa semester 5, jurusan Seni Rupa Murni dari Fakulas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha.

Mahasiswa Universitas Kristen Maranatha menggelar ‘Artventura Art Exhibition Maranatha Art Festival,’ dari 20 Januari-20 Februari 2022. Foto: Muhammad Fikry Mauludy/mikrofon.id.

Artventura Art Exhibition menjadi acara puncak Maranatha Art Festival, yang diresmikan pada 20 Januari 2022.

Pameran akan berlangsung dari 20 Januari-20 Februari 2022. Pameran gratis dan terbuka untuk umum ini berlangsung setiap hari Senin-Sabtu, pukul 10.00-16.00 WIB.

Bagi Shopia, program MBKM telah membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menggelar acara tanpa khawatir ketinggalan ketinggalan kewajiban studi. Keuntungan lainnya, mahasiswa bisa mendulang pengalaman langsung menerjemahkan hasil studi lewat praktik di lapangan.

“Selama lima bulan kita dapat perspektif baru mulai dari event organizing, dan sejumlah ilmu baru yang biasanya didapat kalau kita sudah terjun langsung di lapangan selepas lulus. Kalau belajar paket regular kan cuma dapat teori dan belajar di studio lukis. Marketing project ini begitu mempersiapkan diri. Bisa kebayang begitu lulus mau ngapain,” tuturnya.

Mahasiswa Universitas Kristen Maranatha menggelar ‘Artventura Art Exhibition Maranatha Art Festival,’ dari 20 Januari-20 Februari 2022. Foto: Muhammad Fikry Mauludy/mikrofon.id.

Dimulai sejak September, mahasiswa menyodorkan proposal kegiatan, proposal sponsorship, dan proposal MKBM ke prodi. Ilmu istimewa yang diperoleh dari MBKM, kata Shopia, perancangan proposal ini memacu mahasiswa untuk berpikir sistematis.

Selain karya pribadi, mahasiswa juga harus mengupayakan penjualan untuk karya seniman lain yang diajak kolaborasi. Untuk menarik minat seniman lain agar bisa ikutan, mahasiswa juga diuji untuk membuka jejaring dan kolaborasi, hingga menciptakan market bagi seniman.

“Di MBKM ini bagaimana caranya karya ini bisa terjual. Untuk dapat kepercayaan itu kita mulai dari hal kecil. Sebisa mungkin kita kasih image kita profesional, undangan, poster, hal teknis, pokoknya merangkul seprofesional mungkin. Dari proses itu seniman bisa percaya sama kita,” kata Shopia.

Mahasiswa Universitas Kristen Maranatha menggelar ‘Artventura Art Exhibition Maranatha Art Festival,’ dari 20 Januari-20 Februari 2022. Foto: Muhammad Fikry Mauludy/mikrofon.id.

Iman menambahkan, mereka juga mengundang komunitas untuk berdiskusi. Dasar kolaborasi ini dibuka karena selama ini pameran dituntut daring. Seniman cenderung susah untuk memamerkan karya dan menjual karya.

“Pameran Artventure ini diikuti banyak seniman dengan karya mulai dari Rp200 ribu sampai Rp100 juta. Rata-rata sih belasan juta,” ujarnya.

Walaupun ini awal, ia meyakini bentukan proyek ke depan akan semakin berkembang. Dampak terdekat, konsumen akan tahu semakin mengenal, dan pasar akan terbentuk dengan sendirinya.

“Program ini sejatinya bagi pascasarjana. Kita lakukan dalam prodi sarjana. Ketika kita lulus, kita siap untuk bikin galeri, fokus arterpreneur. Kita tetap akan membangun market,” tutur Iman.

Mahasiswa Universitas Kristen Maranatha menggelar ‘Artventura Art Exhibition Maranatha Art Festival,’ dari 20 Januari-20 Februari 2022. Foto: Muhammad Fikry Mauludy/mikrofon.id.

Kepala Prodi Seni Rupa Murni, Ismet Effendi menjelaskan, program MBKM terdiri dari pertukaran pelajar, kewirausahaan, magang, riset, hingga studi independen atau proyek independen.

Marketing Art Project yang dilakukan mahasiswa studi Seni Murni merupakan paket MBKM skema kewirausahaan. Program MBKM ini dibuka setiap tahun di semester ganjil.

Mahasiswa maksimal mengambil 3 paket dengan bobot 20 SKS. Jadi, mahasiwa bisa fokus satu semester untuk menjalankan proyek kewirausahaan itu, dengan tambahan kuliah pendukung seperti ilmu teori.

“Mahasiswa punya input keilmuan melalui pengalaman. Ini pengalaman empirik. Poinnya mahasiswa dapat ilmu dari pengalaman proyek. Dulu terpaku kurikulum regular. Jadi kalau bikin kegiatan di luar kurikulum itu tidak termasuk SKS. Selama ini mahasiswa aktif ikut pameran prodi, tetapi cuma dapat sertifikat, tidak dapat poin SKS,” kata Ismet.

Mahasiswa Universitas Kristen Maranatha menggelar ‘Artventura Art Exhibition Maranatha Art Festival,’ dari 20 Januari-20 Februari 2022. Foto: Muhammad Fikry Mauludy/mikrofon.id.

Ia menambahkan, Program Kampus Merdeka ini sesuai dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Jika sebelumnya mahasiswa cuma bisa menciptakan karya seni dan menulis, kini bisa langsung menyerap pengalaman sebagai art creator, art manager, art marketer, atau art writer.

“Ciri kampus progresif yakni sudah melakukan festival. Kita sudah melakukan itu. Ada lomba lukis tingkat nasional untuk SMA dan sederajat 2021 bagian dari Maranatha Art Festival, dan Maranatha Art Award yang telah digelar mulai 2021. Festival tahunan berjalan regular, untuk saat ini dilakukan mahasiswa. Termasuk nantinya ada balai lelang, art dealer, sampai membuat acara NFT,” ujarnya.

Dengan menggelar pameran Artventure Maranatha sebelum lulus, CPL mahasiswa tercapai. Relevansinya menjadi lulusan yang bisa memasarkan karya seni. Mahasiswa mulai membentuk persiapan sebelum menamatkan studinya.

Mahasiswa Universitas Kristen Maranatha menggelar ‘Artventura Art Exhibition Maranatha Art Festival,’ dari 20 Januari-20 Februari 2022. Foto: Muhammad Fikry Mauludy/mikrofon.id.

“Seniman kan bakal menjual karya, menjadi pengelola galeri atau auction house. Makanya pameran ini ada harga karya, supaya bagaimana mereka merasakan upaya mendapatkan sisi finansial,” tuturnya.

Yang menjadikan pameran karya mahasiswa ini semakin terkemas profesional yakni adanya pembukaan dan sesi diskusi. Angkatan pertama yang menjalani program MBKM kewirausahaan ini bakal menjadi pemandu mahasiswa generasi berikutnya.

“Harus ada kaderisasi. Ending-nya itu mereka harus bikin laporan dan disosialisasikan ke adik kelas, supaya pencapaian ini termotivasikan kepada adik kelas,” kata Ismet.***

Tinggalkan Balasan

Back to top
%d blogger menyukai ini: