Musik Video Kera Jelaga dari Tibiast: Tingkah Manusia Membuas di Rimba

Band groove metal asal Bandung, Tibiast, telah meluncurkan video musik Kera Jelaga. Selaras lagunya, video ini menggambarkan tangan-tangan dan mesin barbarik milik manusia yang mengalihfungsikan hutan demi pundi-pundi kelompok mereka.

Peristiwa-peristiwa pengrusakan hutan yang memicu bencana berkelanjutan dianggap “berita biasa.” Sepertinya, negara bersama korporat ingin mempercepat kiamat. Kera Jelaga mendesak pemulihan fungsi hutan, agar kera dan hewan lain bisa kembali menjaganya.

Kera Jelaga merupakan karya Tibiast yang liriknya di tulis oleh Anggiruna. Sedangkan musik dibuat oleh Rafly dan Radit. Lagu ini menghadirkan musisi tamu, Bobby Turbidity.

Seperti 2 musik video sebelumnya, Miracle Lab masih menjadi Executive Producer, dan disutradarai oleh Lucky Setiadi serta diproduseri oleh Reza Mega.

Konsep video ini menggambarkan problematika terkait kerusakan hutan juga kebakaran hutan yang seolah sudah dibentuk “biasa”. Alam yang seharusnya dijaga, tapi malah habis tak bersisa.

Beberapa pihak yang terkait dalam kasus penggundulan hutan disorot dalam video ini. Dihadirkan seorang penebang pohon, orang yang mempunyai kuasa atas penebangan, aktivis hutan, mafia hutan, dan “korporasi” kehutanan yang dikemas dalam set interogasi oleh penegak hukum.

“Namun, sayangnya penegak hukum pun tidak seperti yang diharapkan (alias sama saja). Pada hakikatnya, yang dapat menjaga alam/hutan itu sendiri adalah hewan (kera),” demikian pernyataan Tibiast, yang diterima mikrofon.id.

Kera Jelaga menjadi satu dari empat tracks tetralogi Tibiast yang berkaitan isu lingkungan dalam album Melawan Masa. Ada Smoke Bomb yang berkisah pembakaran lahan, Asihan Si Taruk Gadung bertempo cepat, serta satu puisi Radjah Ruwat Alam yang diciptakan dan dilantunkan langsung budayawan Budi Dalton sebagai upaya mendoakan kelestarian alam sekaligus rapalan pencegah kuasa oligarki membuas di rimba.

Baca Juga :   Album 'Melawan Masa' Tibiast: Groove Metal Penyangga Pilar Kolektif

Tibiast menilai alam, hutan, dan seisinya ini merupakan elemen penting dalam kehidupan.

Bersama lagu-lagu ini, Tibiast tak ingin mencerabut akar tradisi. Ada sesajian lokalitas lewat puisi berkekuatan “pelet” dalam lagu “Radjah Ruwat Alam.”

Nuansa etnik serupa “Radjah Ruwat Alam” seringkali mendapat apresiasi khusus, apalagi jika suatu saat mereka diberi kesempatan tampil di panggung mancanegara.

Unsur budaya dan tradisional hingga ciri khas local tribe ini memang melekat di album dan hits terbaik band groove metal kesohor semacam Sepultura, Pantera, hingga Soulfly.

Tetapi, yang ditawarkan Tibiast dalam beberapa lagu di album “Melawan Masa” boleh dibilang lebih mendalam.

Musik video Kera Jelaga sudah bisa ditonton di akun Youtube Tibiast Official, atau bisa didengarkan di sejumlah platform digital.

Melawan Masa

Tibiast mendesain album perintis mereka, “Melawan Masa” dengan kekuatan kolektif.

Berderet nama kolaborator pengisi 11 track di album Melawan Masa mulai dari Popo Puji (Demons Damn), Bobby (Turbidity), Extreme Vocal Alliance, Budi Dalton, Tria, Alda, Daud, dan The Changcuters Crew, Soulkillaz dan Mindfreeza (Eyefeelsix), Anggiruna, Lord Butche (The Cruel), Sendy dan Fariz (Parahyena), Harry Koi (UTBBYS), Lucky (Lucas and Sons), Andre dan Lawe (Jeruji), Aldi (Power Punk), Yuwan dan Hardy (Taring), Idink (Kick It Out), hingga Avedis Mutter (Aftercoma).

Pada 7 Desember 2021, mereka merilis debut single sekaligus musik video berjudul “Bad Social” sebagai perkenalan pada publik.

Dalam musik video ini Reza Mega dan Tibiast mengambil peran sebagai produser. Adapun pihak yang terlibat yakni Miracle Lab yang berperan sebagai executive producer dan Grimloc sebagai record label.

Disutradarai oleh Lucky Setiadi, musik video ini memperlihatkan tentang karakter setiap personel, dengan jalan cerita Tibiast yang akhirnya keluar untuk pertama kalinya setelah sekian lama terhambat oleh berbagai situasi.***

Baca Juga :   Album Kompilasi 'Dasawarsa Kebisingan', Cara Musisi Berdonasi di Tengah Resesi
Posts created 399

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top