mikrofon.id

Mengenal 6 Alat Musik Tradisional Cina Pengisi Imlek, Salah Satunya ‘Leluhur’ Piano

Saat Imlek, kelompok musik tradisional Tionghoa ternama di Kota Bandung Harmony Chinese Music Group begitu dinanti. Foto: Harmony Chinese Music Group.

MIKROFON.ID – Kini, kehadiran kelompok musik tradisional Tionghoa begitu dinanti, terutama saat merayakan Imlek.

Salah satu yang ternama di Kota Bandung yakni Harmony Chinese Music Group. Kelompok musik ini terbentuk sejak 2002, yang diinisiasi Pimpinan Harmony Chinese Music Group, Andry Harmony.

Harmony Chinese Music Group berisikan 9 personel. Mereka punya Guzheng yang dimainkan Nindy Lesmana dan Raisa Natania.

Strukturnya nyaris sama dengan kacapi Sunda. Perbedaannya hanya mekanisme yang bisa membuat nada kromatis.

Instrumen petik 21 senar ini memiliki nada pentatonik Mandarin. Namun, dari senar yang terbentang itu bisa diatur menjadi nada kromatik dengan cara menekan (bending) barisan senar yang dimainkan tangan kiri. Guzheng bisa berperan sebagai sebagai ornamen musik atau sebagai melodis, dan terkadang memberi warna ritmik.

Saat Imlek, kelompok musik tradisional Tionghoa ternama di Kota Bandung Harmony Chinese Music Group begitu dinanti. Foto: Harmony Chinese Music Group.

Andry Harmony menguasai bagian Yangqin, sebuah instrumen tradisional Tiongkok yang dipercaya sebagai nenek moyangnya piano. Alat musik asal Persia ini memberi pengaruh ke tanah Cina lewat Jalur Sutera.

Cara mainnya dengan memukulkan mallet bambu pada pilihan 144 senar logam. Yangqin mengiringi ritme di antara instrumen lainnya. Di beberapa bagian, alat ini juga bisa menyajikan skill melodi, yang membuat permainan kedua tangan Andry begitu atraktif.

Ada pula Jusac Tjahyadi yang bertugas menyajikan Daruan. Sebagai instrumen penyaji warna bas, permainannya melengkapi perpaduan melalui suara low.

Di posisi Erhu ada Luigi Houston. Alat musik gesek ini mirip biola. Dua senar yang terpasang merupakan senar bagian tengah biola. Bow, atau alat gesek biola berada di antara senar logamnya.

Saat Imlek, kelompok musik tradisional Tionghoa ternama di Kota Bandung Harmony Chinese Music Group begitu dinanti. Foto: Harmony Chinese Music Group.

Erhu memainkan peran melodis. Skill yang ditunjukkan Luigi juga berbasis biola seperti teknik geser, glissando, trill, slur, hingga stakato. Suara yang dihasilkan Erhu menguatkan kesan melankolis. Teknik slicing yang kerap di ditampilkan memberikan efek musik yang lebih menyayat hati.

Dizi, seruling versi Tiongkok, yang dimainkan Arya Bayunanda juga cukup unik. Terdapat satu lubang yang dipasang membrane kulit tanaman air. Efeknya menciptakan sensasi vibra. Permainannya bisa dimainkan dalam tempo slow atau cepat, sama dengan instrumen lainnya.

Harmony Chinese Music Group juga menempatkan percussion sebagai penjaga ketukan, dan dimainkan oleh Tagu dan Deny Tan. Grup ini juga memiliki Chinese banjo bernama Sanxian. Bertekstur suara gaya country, permainan Roki Tan bisa mengisi lagu cover country dengan melodi cepat.

Kelompok ini juga mengisi ritmis melalui gitar empat senar khas Tiongkok, Zhongruan. Instrumen ini ada di bawah kendali Alvin Raditya. Posisi vokal tergolong penting. Selain musik popular, sejumlah pengundang juga mengharapkan lagu klasik Tiongkok.

Saat Imlek, kelompok musik tradisional Tionghoa ternama di Kota Bandung Harmony Chinese Music Group begitu dinanti. Foto: Harmony Chinese Music Group.

Di sini Ester Suryawinata mampu menyihir audiens. Setelah nomor klasik, ia piawai membawakan aransemen khusus “Rayuan Pulau Kelapa”, “Sakitnya Tuh Di sini”, atau “Stasiun Balapan”. Adaptasi Chinese music ke dalam warna Indonesia ini mendatangkan banyak peminat. Bahkan di Malaysia, mereka memenuhi permintaan banyak lagu-lagu keroncong.

Mereka mengisi banyak di pesta pernikahan adat Tiongkok, acara kebudayaan, Peringatan Konferensi Asia Afrika, Imlek, hingga membuat album berisi 10 lagu religi bersama Masjid Lautze Bandung. Andry menuturkan, mereka hanya meneruskan tradisi yang ada, meski terpisah dari negeri asal.

Saat Imlek, kelompok musik tradisional Tionghoa ternama di Kota Bandung Harmony Chinese Music Group begitu dinanti. Foto: Harmony Chinese Music Group.

Berkesenian merupakan kesempatan besar menyajikan hiburan yang bermakna bagi lintas kalangan. Ia berangkat dari era sebelum reformasi yang jarang terdengar musik tradisional Tiongkok karena tak ada pengaruh dari pertunjukan. Alat dan gurunya pun sulit ditemukan.

Kini, Harmony Chinese Music Group diperkuat personel dengan rata-rata usia 20an tahun, dari mulai mahasiswa, pedagang, hingga pekerja formal. Undangan keliling Indonesia dan luar negeri ikut menjaga konsistensi mereka dalam memelihara seni musik tradisional.

Penampilan Harmony Chinese Music Group akan menjadi warisan ke depan, dengan terus mendidik anak-anak tetap dalam satu ruang lingkup seni tradisi. “Kita mau menyegarkan panggung dengan atraktif, mewariskan musik ini, menyasar lebih ke arah anak muda, membuktikan musik ini meregenerasi. Saya yakin akan ada banyak regenerasi,” tutur Andry.***

Tinggalkan Balasan

Back to top
%d blogger menyukai ini: