Medium dan Teknik Terbaik Karya Perempuan Perupa Tampil di Pameran Titicara

Suasana Pameran Titicara, di Ruang Sayap, Selasar Sunaryo Art Space, 13 Agustus hingga 30 Oktober 2022. Foto: Selasar Sunaryo Art Space.

Sejumlah karya dari 24 perempuan perupa terhimpun dalam Pameran Titicara, yang dihelat di Selasar Sunaryo Art Space, sepanjang 13 Agustus hingga 30 Oktober 2022.

Titicara di Selasar Sunaryo merupakan event lanjutan yang digelar oleh ISA Art and Design, Jakarta, yang melibatkan 17 perempuan perupa, Juni 2022 lalu.

Kali ini, Titicara diselenggarakan melalui kerja sama antara Selasar Sunaryo Art Space, ISA Art and Design Jakarta, serta berkolaborasi dengan seniman perempuan Syagini Ratna Wulan.

Karya istimewa dari perempuan perupa asal Indonesia, Jepang, Filipina, Australia, dan Singapura, pilihan Syagini Ratna Wulan ini mengisi Ruang A, Ruang B, Ruang Sayap, Bale Tonggoh, dan Amphitheater Selasar Sunaryo Art Space.

Suasana Pameran Titicara, di Ruang A, Selasar Sunaryo Art Space, 13 Agustus hingga 30 Oktober 2022. Foto: Selasar Sunaryo Art Space.

Di Ruang A, ditampilkan karya-karya dari dua perupa senior, Chairin Hayati Joedawinata dan Erna Garnasih Pirous, sebagai bagian dari Pameran Titicara. Pameran Titicara di Selasar Sunaryo tak hanya menambah lima partisipan baru, tetapi juga mengisi beberapa perubahan pada karya yang dipamerkan.

Kurator Pemangku Selasar Sunaryo Art Space, Heru Hikayat, menuturkan, pameran ini menggarisbawahi pentingnya kemampuan teknik dan pemahaman akan sifat material sebagai pijakan perupa dalam mengejawantahkan konsep, imajinasi, atau perasaannya.

Oleh karena itu, pada program ini Syagini juga berperan sebagai rekan diskusi dan fasilitator, terutama bagi para perempuan perupa muda atau baru. Mereka secara berkala melakukan pertemuan, berdiskusi tentang keselarasan antara gagasan, rencana karya, teknis pengerjaan, dan pertimbangan material.

“Syagini memberi saran bahkan dorongan kepada mereka untuk mencoba material dan teknik baru, supaya kekaryaan mereka terus berkembang. Syagini juga memfasilitasi beberapa perupa untuk penyelesaian akhir, seperti masukan tentang penggunaan bahan pelindung yang baik bagi permukaan karya, hingga pada pemilihan warna, bahan, bentuk, dan kualitas permukaan bingkai maupun pedestal,” ujarnya.

Suasana Pameran Titicara, di Ruang B, Selasar Sunaryo Art Space, 13 Agustus hingga 30 Oktober 2022. Foto: Selasar Sunaryo Art Space.

Dalam Titicara, audiens tidak hanya memperoleh kekayaan visual yang menggambarkan gagasan seputar lingkungan sosial terdekat, alam khayal, penjelajahan berbagai bentuk serta warna, atau renungan personal. Lebih dalam lagi, Titicara juga menampilkan hal yang lebih teknis: tentang ragam cara para perempuan perupa dalam menyajikan tampilan terbaik karya mereka.

Heru mengungkapkan, boleh jadi makna ini yang menerjemahkan pematung kebanggaan Indonesia, Rita Widagdo kepada muridnya, Sunaryo. Dalam berkarya, Rita “tidak mengejar bentuk yang bagus, tapi yang baik.”

“Ungkapan ini adalah cerminan atas prinsip bekerja seni yang dapat dicontoh dari seorang guru dan perempuan perupa, yang selama lima puluh tahunan karirnya telah menunjukkan kecermatan dalam hal teknik, mafhum akan sifat material yang digunakan, serta memiliki dorongan untuk selalu menghadirkan karya dengan kualitas yang terbaik,” kata Heru.

Suasana Pameran Titicara, di Ruang A, Selasar Sunaryo Art Space, 13 Agustus hingga 30 Oktober 2022. Foto: Selasar Sunaryo Art Space.

Ruang A

Di Ruang A, Selasar Sunaryo Art Space menampilkan dua perupa senior, Chairin Hayati Joedawinata dan Erna Garnasih Pirous, sebagai bagian dari Pameran Titicara.

Keduanya telah punya rekam jejak panjang.

Citraan yang kerap dihadirkan keduanya adalah figur manusia, flora, fauna, juga pemandangan, menunjukkan kefasihan mereka dalam menangkap esensi bentuk. Seluruhnya berangkat dari keakraban dengan lingkungan personal: keluarga, kawan-kawan, kegiatan sehari- hari, suasana sekitar.

Suasana Pameran Titicara, di Ruang B, Selasar Sunaryo Art Space, 13 Agustus hingga 30 Oktober 2022. Foto: Selasar Sunaryo Art Space.

Ruang B

Pameran Titicara di Ruang B Selasar Sunaryo Art Space menyajikan karya-karya dari 14 perupa perempuan yang menggambarkan alam benda, permainan pola dan warna, penggayaan sosok, citraan alam, bahkan barang jadi. 

Mereka hadir antara lain melalui lukisan, media campur, patung, grafis, instalasi, foto, cetak digital, video, kaca patri. Tidak hanya itu, terdapat juga karya yang memperdengarkan bunyi.

Karya-karya di ruangan ini menghimpun berbagai gagasan dari persoalan sosial, kekaguman pada alam, ingatan kepada keluarga, pengalaman spiritual, imajinasi tentang alam benda, maupun olahan bentuk dan warna.

Suasana Pameran Titicara, di Ruang Sayap, Selasar Sunaryo Art Space, 13 Agustus hingga 30 Oktober 2022. Foto: Selasar Sunaryo Art Space.

Ruang Sayap

Pameran Titicara di Ruang Sayap Selasar Sunaryo Art Space menampilkan karya-karya dari lima perempuan perupa yang terdiri dari medium keramik, media campur, drawing, juga kaca.

Beberapa tertarik pada persoalan domestik perempuan, yang digambarkan melalui malihan sosok, pengimbaan benda-benda, rangkaian kata, maupun objek.

Selain itu, hadir pula karya yang terbuat dari bahan ramah lingkungan, menunjukkan ketertarikan senimannya pada keberlanjutan material dan kelestarian lingkungan hidup.

Suasana Pameran Titicara, di Bale Tonggoh, Selasar Sunaryo Art Space, 13 Agustus hingga 30 Oktober 2022. Foto: Selasar Sunaryo Art Space.

Bale Tonggoh

Pameran Titicara di Bale Tonggoh menampilkan dua karya video dari Leyla Stevens dan Elia Nurvista. Menggambarkan imajinasi yang berkelindan di seputar tema perempuan, sejarah, dan budaya.

Leyla dan Elia menghadirkannya melalui bahasa gerak, narasi, citraan objek, maupun dialog sehingga tampak hadir sebagai di antara dokumenter dan fiksi.

Suasana Pameran Titicara, di Ampitheater, Selasar Sunaryo Art Space, 13 Agustus hingga 30 Oktober 2022. Foto: Selasar Sunaryo Art Space.

Amphitheater

Sebagai bagian dari Pameran Titicara, karya instalasi di ruang terbuka dari Mira Rizki menampilkan bentuk menyerupai sulur- sulur bercabang yang memusat pada objek trimatra berbentuk persegi enam.

Karya ini memperdengarkan beragam jenis suara yang diharapkan dapat memunculkan perasaan dan nuansa tertentu pada sekelilingnya.

Karya di Pameran Titicara ini bisa diakses lewat Galeri Foto mikrofon.id melalui link berikut: Karya di Pameran Titicara.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top
%d blogger menyukai ini: