Lukisan Nuansa Puitis di Pameran Puisi Garis

Sebanyak 19 seniman terlibat dalam Pameran Puisi Garis, di Galeri Komunitas Hegarmanah, 17 Mei-17 Juni 2022. Foto: Komunitas Hegarmanah.

Sebanyak 19 seniman terlibat dalam Pameran Puisi Garis, di Galeri Komunitas Hegarmanah, 17 Mei-17 Juni 2022. Pameran bersama yang diikuti sebagian besar murid Barli Sasmitawinata ini diawali dengan workshop yang diarahkan oleh seniman Toni Masdiono.

Sebagai pengarah pameran, Toni mencoba untuk mengajak kembali seniman yang terlibat mengenali jejak Barli di awal karier seni rupa. Barli pernah dikenal dengan masa-masa mendalami teknik drawing.

“Sekarang ada orang mulai lupa. Sebenarnya Pak Barli dulu bukan melukis, tetapi drawing. Bukan hanya di kertas, tetapi di kanvas,” ujarnya.

Ciri khas Barli dalam drawing itu bisa dilihat dari beberapa karya yang meninggalkan garis outline. Garis itu sengaja dibiarkan Barli dalam banyak karyanya, termasuk lukis.

“Lukisan cat Pak Barli itu masih ada garis drawing, enggak dihapus,” kata Toni.

Garis ini yang kemudian ditakar sebagai puitis dalam Pameran Puisi Garis. Titik-titik pembentuk garis membangkitkan esensi karya masing-masing perupa.

“Puitis itu garisnya. Saya selalu melihat garis itu satu esensi satu objek itu ya garis. Semua beawal dari titik, tersambung menjadi garis. Kita berusaha mengharapkan garis se-estetik mungkin. Semua ini kan impresi. Inilah garis yang membentuk segala karya ini. Persepsi, dengan kumpulan garis yang mewakili perasaan senimannya,” tuturnya.

Pameran Puisi Garis ini diikuti oleh Abun Adira, Diana Ganda, Farida Wahyu, Ho Se Chen, Hanardi Widya, Ida Farida, lalu Ie Lie Young, Liem Hay Swan, Paramita, Pega Gunawan, Remy Hadinata, kemudian, Rendra Santana, Sipin Lim, Setiyono Wibowo, Ting Twice, Toni Masdiono, Yoce Wiriadi, Yoris Tenza, serta Toyo Hartanto.

Beberapa seniman membangkitkan ekspresinya semakin menarik, lebih simbolik, dan tidak terlalu naif. Beberapa mencoba bergerak lebih eksploratif dan simbolik: Antara perasaan dan kepala.

“Di sini banyak yang mengeksplorasi, menggabungkan cat dengan charcoal, belum lagi ke barang yang tiga dimensional. Bagi saya, ini bagian dari satu perjalanan eksplorasi dari teman-teman yang ada di komunitas ini untuk mengembangkan diri,” tutur Toni.

Sebanyak 19 seniman terlibat dalam Pameran Puisi Garis, di Galeri Komunitas Hegarmanah, 17 Mei-17 Juni 2022. Foto: Komunitas Hegarmanah.

Menggambar

Ia menjelaskan, drawing, menggambar, orat-oret, doodle, dimulai dengan sebuah keisengan lalu menjadi hobi. Pada akhirnya, menjadi ketagihan dan menjelma passion.

Kegiatan menggambar telah dikenal sejak zaman dahulu, saat manusia belum mengenal huruf. Corat-coret yang mempresentasikan sesuatu sudah menjadi bagian dari cara awal manusia berkomunikasi.

Kemudian corat-coret ini berkembang menjadi sketsa, yang biasanya menjadi bagian awal dari persiapan untuk membuat lukisan atau patung. Tetapi kini gambar telah menjadi sebuah bentuk seni itu sendiri: Seni gambar. Para seniman rupanya menemukan bahwa sesungguhnya gambar mempunya keunikan yang berbeda dengan lukisan.

Gambar mempunyai kekuatan, sensitifitas, daya tarik, keunikan, dan itulah sebuah karya seni, yang mempunyai konsep-konsep, karakter, juga bisa dikerjakan dengan berbagai teknik.

Sebanyak 19 seniman terlibat dalam Pameran Puisi Garis, di Galeri Komunitas Hegarmanah, 17 Mei-17 Juni 2022. Foto: Komunitas Hegarmanah.

Batasan teknik dan media gambar di era ini makin “membatu”. Begitu juga gaya dan isme tak lagi dipermasalahkan. Gambar bisa realistik, abstrak, bahkan bisa sekadar corat-coret.

Ukuran gambar pun jadi tak terbatas lagi. Bahkan ada seniman yang membuat mural pada dinding luas dengan media gambar pensil. Seni Gambar sudah melewati masa post-modern, modern, dan memasuki masa kontemporer.

Seni Gambar tak lagi menyoal apa yang digambar. Biar pun itu penting, namun, sebagian seniman gambar “masa kini” lebih suka mengeksplorasi media. Bahan yang dipakai menggambar, tekstur permukaannya, ukuran gambarnya, alat gambar yang dipilih, komposisinya, termasuk mempertimbangkan di mana karyanya akan dipajang.

“Karya-karya yang dipajang pada pameran gambar Puisi Garis ini telah melalui beberapa diskusi cukup intensif para seniman berbagai usia dan latar pendidikan, yang tergabung dalam Komunitas Hegarmanah. Kadang diskusi itu bahkan dilakukan sambal menggambar on-location juga. Karena kami semua sadar, memahami kesenian itu tak ada batasnya,” katanya.

Sebanyak 19 seniman terlibat dalam Pameran Puisi Garis, di Galeri Komunitas Hegarmanah, 17 Mei-17 Juni 2022. Foto: Komunitas Hegarmanah.

Komunitas Hegarmanah

Tahun 2008 beberapa menjadikan seni rupa sebagai hobi dan pernah belajar pada seniman Barli mulai sering berkumpul di Kapten Tendean 54, Hegarmanah. Di sana mereka berkumpul, menggambar, melukis, juga berdiskusi soal profesi mereka masing-masing yang berbeda, dan tentu saja soal seni rupa.

Maka perkumpulan ini kemudian mereka namai Komunitas Lukis Hegarmanah atau yang sekarang popular dengan KHM, Komunita Hegarmanah.

Tahun 2015, kegiatan HKM dipindahkan ke Gg. Cikapundung 34, Banceuy, memanfaatkan sebagian ruang kantor Yoris Tensa. Tiga tahun kemudian, 2018, mereka mulai membenahi ruangan-ruangan di sana menjadi studio dan galeri. Maka resmilah HKM punya galeri yang bisa dimanfaarkan untuk pameran berkala.

Selain mantan murid Barli dari Bale Seni Barli, beberapa mantan murid era Studio Rangga Gempol pun bergabung. Belakangan, muncul wajah-wajah baru dari berbagai latar belakang pendidikan yang bergabung dalam komunitas seru ini.Maka tanpa terasa komunitas, yang terasa hebohnya kalau sedang berkumpul ini telah menjadi sebuah keluarga besar dengan anggota dari berbagai usia. Selain wajah baru, ada juga anggota KHM yang telah berpulang di antaranya: Rizal Pranajaya, Lukas Sugihraharja, dan Ratman DS.

“Buat mereka ini, KHM selalu mengenang karya dan karsa mereka yang telah ikut membesarkan KHM sampai hari ini, menjadi bagian dari sekian banyak komunitas seni Kota Bunga,” kata Toni.

Karya-karya di Pameran Puisi Garis bisa diakses lewat Galeri Foto mikrofon.id melalui link berikut: Pameran Puisi Garis.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top
%d blogger menyukai ini: