mikrofon.id

Lewat Album ‘Samara,’ Syarikat Idola Remaja Suguhkan Kisah Kemasyhuran Rempah

Kelompok musik Syarikat Idola Remaja merilis album terbaru mereka ‘Samara,’ pada 9 April 2022, yang bertema kemasyhuran rempah Indonesia. Foto: Syarikat Idola Remaja.

MIKROFON.ID – Kelompok musik Syarikat Idola Remaja merilis album terbaru mereka ‘Samara,’ pada 9 April 2022.

Lewat album ‘Samara’ ini, Syarikat Idola Remaja menggulirkan enam lagu yang mengangkat kembali keistimewaan nilai rempah Tanah Air di mata dunia.

Kisah rempah dari sudut kolonialisme, konflik, romantisme, nostalgia, hingga akulturasi budaya, dikemas apik lewat kualitas tata musik dan lirik karya musisi yang terhimpun di tubuh SIR.

Syarikat Idola Remaja memang diisi talenta terbaik yang terhimpun dari solois dan band tersohor seperti Mr. Sonjaya, Nada Fiksi, Parahyena, Bendi Harmoni, dan Tetangga Pak Gesang.

Mereka yakni Dimas Dinar Wijaksana (gitar dan vokal), Dwi Kartika Yuddhaswara (bass dan vokal), Jon Kastella (gitar dan vokal), Arum Trestaningtyas (gitar ukulele dan vokal), Sendy Novian (gitalele dan vokal), Zulqi Lael Ramadhana (gitar), Fariz “Aceng” Alwan (seruling, bangsing, dan vokal), Yaya Risbaya (perkusi), dan Ferry Nurhayat (keyboard).

Melalui catatan jurnalis yang juga penulis dan pengamat musik kenamaan, Idhar Resmadi, tak banyak musisi atau band yang berani mengangkat topik “berbeda” semacam sejarah rempah ke dalam sebuah karya lagu seperti SIR.

Mereka jatuh hati pada diksi ‘Samara’ yang bermakna bumbu dalam bahasa Sunda, melengkapi muruah rempah yang sedang diusung.

Album ‘Samara’ memiliki enam buah lagu. Ada hasil pendalaman rempah yang melansir sejarah terkait kolonialisme, konflik, romantisme, nostalgia, akulturasi budaya, hingga gelar budaya.

Kelompok musik Syarikat Idola Remaja merilis album terbaru mereka ‘Samara,’ pada 9 April 2022, yang bertema kemasyhuran rempah Indonesia. Foto: Syarikat Idola Remaja.

Alur Lagu

Album ‘Samara’ dibuka dengan lagu pertama berjudul “Silangan Timur Jauh” yang ditulis oleh Dimas Dinar Wijaksana (vocal dan gitar). Lagu ini bercerita tentang kedatangan bangsa Eropa ke wilayah timur Tanah Air.

Di lagu “Seribu Pulau” yang ditulis oleh Arum Tresnaningtyas bercerita tentang ekspansi bangsa Eropa ke Tanah Air di Maluku.

Lewat “Masakan Nusantara” yang ditulis oleh Dwi Yuddhaswara dan Arum Tresnaningtyas, SIR meneropong akulturasi budaya melalui bumbu-bumbu masakan nusantara.

Lagu “Genderang Perang” yang ditulis oleh Dimas Dinar Wijaksana, Jon Kastella, dan Arum Tresnaningtyas punya cerita kecamuk perang penjajah Eropa dengan warga pribumi.

Sedangkan “Di Ujung Surut Pelabuhan” yang ditulis Jon Kastella memantik romantisme medan nostalgia setelah perang berlalu, yang memunculkan cerita tentang sejarah, budaya, dan masuknya peradaban baru.

Dari tema rempah ini juga memicu gegar budaya akan masuknya berbagai pengaruh kebudayaan asing ke Indonesia, yang terserap lagu “Kota yang Masyhur” yang ditulis Dwi Kartika Yuddhaswara.

Lagu “Kota yang Mashyur” menjadi single pertama mereka di album ini yang telah dirilis pada pertengahan Maret 2022 lalu di berbagai digital streaming platform.

Kekuatan lirik tentu diaransemen begitu asyik bersama iringan khas SIR yang bernuansa balada pop berformat orkes musik.

Pada debut albumnya, SIR tampak larut dalam merangkai pilihan kata. Sekumpulan pengolah syair di dalam SIR menciptakan sebuah lagu yang tak hanya naratif, tetapi juga cermat memasangkan kata yang jarang digunakan.

SIR seolah bersepakat untuk memanggil kembali diksi yang sempat laris di masa lalu, yang nyaris ditinggalkan para penulis lagu.

Dentuman syair klasik kembali dimunculkan lewat laras diksi “masyhur”, “silangan”, atau “Si Intan Rasa”, dalam petikan lirik lagu “Silangan Timur Jauh”.

Cantiklah burung simata-mata / Bersihkan ranting semak dan batu / Masyhurlah jauh si Intan Rasa / Makin dicari makin diburu….

Kelompok musik Syarikat Idola Remaja merilis album terbaru mereka ‘Samara,’ pada 9 April 2022, yang bertema kemasyhuran rempah Indonesia. Foto: Syarikat Idola Remaja.

Eskplorasi Rempah

Keputusan Syarikat Idola Remaja mengangkat ide sejarah rempah bermula dari keterlibatan beberapa personel mereka dalam lomba Kompetisi Cipta Lagu Dendang Rempah Nusantara, gelaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) 2021 lalu.

Keterlibatan mereka dalam kegiatan itu memicu penggalian lebih dalam narasi tentang sejarah rempah di Indonesia. 

“Pertengahan tahun lalu kami memutuskan untuk istirahat dari proses rekaman. Awalnya rekaman kami memang tidak punya konsep album yang sesuai. Di tengah istirahat rekaman itu, beberapa personel SIR mengikuti lomba Kompetisi Cipta Lagu Dendang Rempah Nusantara. Masing-masing personel menulis lagu tentang rempah. Kebetulan kami kirim empat lagu dan yang berhasil menang itu lagunya Jon Kastella dan Fariz ‘Aceng’ Alwan,” kata Dwi Yuddhaswara.

Ia menambahkan, topik tentang rempah ini jadi menarik dan seksi untuk dibawakan karena tidak hanya berbicara tentang masakan semata. Ada banyak kandungan sejarah bangsa Indonesia mulai dari munculnya bangsa Eropa, penjajahan mereka, dan hadirnya sejarah kolonialisme.

Proses mereka dalam mencari informasi tentang sejarah rempah juga sejalan dengan ramainya lingkungan pertemanan yang sedang menggandrungi dunia kuliner, terutama tentang eksplorasi mengolah rempah.

“Selain itu juga topik rempah ini kan sedang ramai dibicarakan dari mulai akademisi, budayawan, sejarahwan, dan pemerintah. Kayaknya topik ini seru. Kami mulai menggarap topik rempah ini dan kebetulan tema-tema ini cocok dengan brand persona SIR sendiri yang memang pengennya mengangkat isu-isu lokal,” tutur Arum Tresnaningtyas.

Dalam proses pembuatan lagu, Yuddha mengatakan, proses kreatifnya dimulai dari membuat alur sejarah rempah di Indonesia sebagai tema alur lagunya.

Para personel SIR mulai banyak mencari beberapa literatur dan sejarah terkait rempah.

Meski begitu, Yuddha mengatakan album ini tidak berupaya memberikan narasi sejarah, akan tetapi mencampurkannya dengan kisah semi-fiktif.

“Awalnya bikin alur yang memang semi-fiktif, jadi ini perjalanan cerita tentang dongeng kakeknya ‘Si Bujang’ (salah satu single SIR) tentang sejarah rempah di Tanah Air. Jadi semua lagu yang ada di album ini saling berkaitan satu sama lain. Semacam album konsep,” tutur Yuddha.

Video SIR.

Dengan kekuatan kolektif vokal khas Syarikat Idola Remaja, antara satu lagu dengan lagu lainnya tentu memiliki karakteristik vokal masing-masing. Tak ada lead vocal yang mendominasi.

Semua personel saling mengisi sesuai kebutuhannya masing-masing. Semua lagu di album ‘Samara’ ini tercipta untuk asyik bergoyang.

“Proses aransemen musik disesuaikan dengan kebutuhan lagunya, sih. Tidak melulu sang penulis lagu mesti menyanyikan karyanya sendiri. Tapi memang disesuaikan dengan karakter vokal dan kebutuhan lagunya. Jadi beruntungnya di SIR itu punya karakter vokal yang unik dan berbeda, dari yang nada tinggi hingga bernada rendah,” ujar Ferry Nurhayat atau biasa disapa Gembong, salah satu personel yang bertanggungjawab dalam aransemen musik di SIR.

SIR juga sempat berkolaborasi dengan musisi legendaris Iwan Fals dalam lagu “Bagimu” dan sempat tampil berkolaborasi di atas panggung bersama pada 2020 lalu. Lagu “Genderang Perang” juga lahir dari markas utama Iwan Fals di Leuwinanggung.

Setelah melepas single “Kota yang Masyhur” pada pertengahan Maret 2022, kini album ‘Samara’ ini telah tersedia melalui berbagai digital streaming platform pada 9 April 2022.***

Tinggalkan Balasan

Back to top
%d blogger menyukai ini: