Kaulika Rilis Single ‘Little Low’, Alunan Klasik Syahdu Pengantar Rindu

MIKROFON.ID – Alunan musik klasik bisa menjadi pilihan terbaik untuk mengantar kisah rindu. Vibrasi komposisi klasik ini yang disuntikkan ke dalam pop indie yang membentuk project Kaulika lewat single perdana ‘Little Low’.

Membuktikan keseriusan untuk terjun di industri musik, trio asal Bandung ini diperkuat musisi terbaik.

Mengisi posisi gitaris, ada Hinhin Agung Daryana, yang dikenal piawai dengan gaya petik gitar klasik. Sebagai dosen seni musik di Institut Seni dan Budaya (ISBI) Bandung yang banyak ditunjuk menjadi music director sederet konser besar, gitaris band metal Nectura ini tentu paham betul soal komposisi lagu.

Kaulika semakin lengkap dengan bergabungnya salah satu Cellist yang tergolong langka di Kota Bandung. Ia adalah Novi Purnama. Sebagai dosen, pemahaman sisipan musik klasik dari ilmu Cello yang ia rutin ajarkan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, ia terapkan di dalam Kaulika.

Sang pengisi vokal, Kaulika Hatmadi, pernah membesarkan band indie rock, Mond, pada 2014, dan sukses merilis single perdana pada 2019. Karakter suara Kaulika begitu merasuk bersama teknik tinggi Hinhin dan Novi.

Lilo

‘Little Low’ terlahir dari masa-masa perenungan Kaulika Hatmadi. Lagu ini meluapkan rasa kasih terdalam yang pernah ia alami sepanjang hidup. Lagu ini menceritakan yang tersayang, yang terkenang, dari anjing Labrador kesayangannya bernama Lilo.

Lilo meninggal akibat penyakit jantung pada 2016, di usia 13 tahun. Pada 2002, Kaulika yang saat itu masih di kelas 1 SD, bertemu dengan Lilo yang baru berusia 3 bulan.

Sekitar 3 minggu sebelum kepergiannya, Lilo sempat mengalami kolaps beberapa kali. Dokter menyebut, tak ada oksigen yang mengalir ke otaknya.

Proses pengobatan pun tak membantu, kondisinya makin terpuruk. Di hari itu, Kaulika baru saja kembali ke rumahnya, dan disambut Lilo yang berjalan letih.

Sesaat masuk ke dalam rumah, Lilo terjatuh, kolapsnya kambuh. Kali ini, Labrador hitam itu alami sesak, hingga lidah membiru. Sampai akhirnya Lilo menghentikan nafas terakhir, di pangkuan Kaulika.

Layaknya hubungan manusia dengan anjing kesayangan, Lilo telah mengisi hidup Kaulika sebagai sahabat dekat. Tetapi bagi Kaulika, yang terlahir sebagai anak tunggal, Lilo adalah anggota keluarga.

Lirik

Dari sejumlah penelitian yang diingat Kaulika, anjing tak memahami concept of time. Anjing selalu senang di setiap saat, bersama seseorang yang dianggap tersayang. Jarak pertemuan tak pernah terasa beda.

“Kalau sama kita, mereka enggak bisa ngebedain ketemu kita sehari atau dua bulan, karena respons kangennya selalu sama,” tutur Kaulika, beberapa waktu lalu.

Biasnya waktu kebersamaan dengan Lilo itu yang terwakilkan lewat lirik “Tears aren’t worth your time. You live with no regret, you live in the present time.”

Bagian chorus diisi pesan utama, “a little low,” yang menggambarkan kondisi Lilo di masa terpuruknya, dan diiringi “and go fly high” sebagai pemulih rasa agar Lilo tak lagi kolaps dan tersiksa.

Akan tetapi, ‘Little Low’ tak berarti mengakhiri mood dalam patah hati berkepanjangan. Kaulika mengolah lirik yang ia susun untuk menghidupi dunia ke arah yang lebih cerah.

“Di akhir bagian itu, ‘You live life to the fullest.” Aku mikirnya, selama tinggal di rumah, dia udah dibikin senang, diperhatiin, untuk membuktikan aku tidak apa-apa. Aku terima kematiannya,” tuturnya.

Orkestra

Produser Kaulika, Lega “Ega” Manggala Putra mengatakan, project Kaulika ini merupakan upaya mengenalkan potensi Kaulika Hatmadi yang tersimpan lama.

Awalnya, ‘Little Low’ diciptakan Kaulika untuk kebutuhan pribadi. Mengisi kebosanan, Kaulika merekam lagunya dengan perangkat sederhana, dan hanya memilih 2 chord.

Ega berhasil membujuk Kaulika untuk mengolah ‘Little Low’ menjadi lebih serius. Vokalis The Hollowcane ini langsung menyewa sound designer, Doni Awaludin, yang juga merupakan produser The Hollowcane.

Musik sederhana pun mulai dijejali sisipan serius, mulai dari kontra bass, piano klasik, sampai komposisi gitar klasik dan cello berkelas hasil kontribusi Hinhin dan Novi.

Cover ‘Little Low’ juga hasil teknik tinggi, sentuhan ilustrator terbaik negeri, Elfandiary. Kaulika juga didukung 2 video live session dengan konsep istimewa. Tersedianya ‘Little Low’ di berbagai layanan streaming lagu ikut memicu antrean manggung.

Selain menargetkan album Kaulika di tahun depan, Ega mulai meneropong konsep Kaulika di panggung orkestra.

“Bikin projek Kaulika ini sekalian yang bisa bikin exposure gede. Keinginan ke depan, Kaulika tampil bersama full orchestra,” tutur Ega.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top
%d blogger menyukai ini: