Hanz Groober: Imajinasi The Kitty Story Atas Tokoh Jahat Die Hard

Setelah cukup lama vakum, band The Kitty Story kembali muncul dengan single terbaru mereka “Hanz Groober.” Judul lagu ini dikutip dari sosok Hans Gruber, nama tokoh antagonis yang diperankan Alan Rickman dalam pembuka seri film Die Hard (1988).

Yuki Yuliawan, dan anaknya, Sang Pelantang Lirik, Ziana Levy (Levi13), masih tetap mengusung misi sebagai band ramah anak. Makanya, persona Hans Gruber sebagai penjahat kejam lawan sengit John McClane (Bruce Willis) dalam film laga itu dipelintir sebagai sosok yang absurd meski jenaka.

Yuki memelintir imajinasi “Hans Gruber” yang sejatinya teroris asal Jerman Barat penyandera gedung Nakatomi Plaza menjadi pebisnis batu bara kelas teri yang merantau dari Palembang ke Kota Kembang.

Ia berimajinasi tentang bagaimana kehidupan masa muda tokoh tersebut. Berikut petikan liriknya:

Pemuda berwajah India (hijrah dari Palembang)

Menuju Kota kembang (demi masa depan)

Mengadu nasib berbisnis (batu bara kelas teri)

Tak menyerah walau hancur (karena Dia Adalah)

Hanz Groober

is a movie director Hanz Groober

bukan music producer Hanz Groober

is getting older

Hanz Groober

oh Hanz Groober

Hanz sudah tak sama lagi (tambah sulit dihubungi) Mungkin karena raja textile (bisa Jadi, bisa jadi)

Foto: The Kitty Story.

Singkat

Lagu ini bisa dibilang ditulis dengan sangat singkat, yaitu hasil jamming Yuki dengan Levy13 yang segera langsung direkam dan hanya menghabiskan waktu kurang lebih 2 hari saja.

Semua proses produksi dari mulai menulis, merekam, mixing dan mastering mereka lakukan sendiri. Hanz Groober dirilis dalam bentuk digital audio sekaligus video klip.

Mereka pun menggarap video klip sendiri dengan menggunakan properti seadanya, yaitu koleksi LEGO yang Levy13 miliki.

Hanz Groober bisa dinikmati di berbagai platform musik digital dan juga Youtube Channel mereka.

The Kitty Story dibentuk di Bandung, 2017. The Kitty Story berisi Yuki Yuki Yuliawan, dan anaknya, Sang Pelantang Lirik, Ziana Levy, yang berusia 8 tahun.

Sejak awal kemunculannya, The Kitty Story dikenal tema sederhana yang berkisah tentang keseharian anak wanita bersama ayahnya.

Levy besar dengan musik-musik Kpop, meski belakangan ia banyak bergairah dengan Foo Fighters, Seringai, hingga Slipknot.

Namun, sama dengan beberapa rilisan single sebelumnya, lagu-lagu yang diciptakan The Kitty Story tergolong ramah anak.

Dibandingkan lagu anak lainnya, The Kitty Story melakukan pendekatan berbeda. Boleh jadi lagu-lagu yang telah dibuat mampu disukai orang dewasa.

Yuki sengaja membebaskan genre yang ditawarkan dalam musik The Kitty Story. Bahkan, beberapa kali banyak eksplorasi tanpa terpenjara satu atau dua aliran musik.

Single perdana berkisah tentang kucing “Joey the Cat” yang dilansir 2019 misalnya, The Kitty Story menuangkan unsur rock ala Seattle. Dengan lirik berbahasa Sunda, Levy dibiarkan melepas gaya nge-rap sebagai penguat karakter vokalnya yang imut.

Pada lagu “Jalan-Jalan” sebagai bagian dari EP “Based on True Story” di tahun yang sama, The Kitty Story malah memberikan lagu penuh nuansa ska, dengan isian terompet mengarah irama tradisional Sunda.

The Kitty Story

Levy13 – Lead Vocal

Yuki – Gitar/Bass

All Music Production by The Kitty Story

Artwork by Egi Garnis

Published by The Kitty Story Records

Instagram: @thekittystory_

Email: thekittystoryband@gmail.com

Discography

Joey the Cat Single – 2019 (Self-released)

Based on True Story, EP – 2019 (Self-released)

Stay at Home Single – 2020 (Self-released)

Dua, Single – 2020 (Broken Board Records)

Junny, Single – 2021 (Self-released)

Hanz Groober, Single – 2022 (Self-released).***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: