Goresan Nyata Ilustrator dalam Pameran Real Scratch

Sebanyak 27 seniman ilustrasi Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung sebagai pemenuhan syarat tugas akhir mereka. Bersama judul “Real Scratch,” kelompok mahasiswa ini menghadirkan berbagai karya ilustrasi sebagai hasil dari proyek seni serangkai program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Beragam karya hadir dalam pameran ini. Terdapat karya berupa komik, cergam, kalender, hingga ensiklopedia.

Real scratch mereka artikan sebagai goresan nyata, bermakna karya ilustrasi yang mampu menjadi media komunikasi ilustrator untuk menyampaikan sebuah pesan kepada audiens.

Pameran karya ilustrasi Adriel, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Adriel Noval menampilkan contoh beberapa karya yang dihasilkan saat proses magang di CV Sakeena Lentera Berkah, sebuah penerbit buku anak Islami yang mengedepankan Practical Tauhid dan Strong Why dalam beragama.

Ia memproduksi karya ini untuk mendukung proses marketing dari tiap buku yang diterbitkan dan menampilkan bentuk ilustrasi yang segar dengan penganimasian ilustrasi buku tersebut. Hanya dapat tiga karya yang ditampilkan karena berhubungan dengan kode etik karyawan terhadap perusahaan untuk menampilkan hasil karya yang dibuat.

Pameran karya ilustrasi Alfani, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Alfani Nur Afidah memamerkan karyaya berjudulEllipsism”. Karya ini berupa buku cerita bergambar dengan genre slice of life yang bercerita tentang kisah hidup seorang gadis berusia 20 tahun. Gadis ini masih mencari makna dari kebahagiaan dan berusaha untuk berdamai akan pengalaman di masa lalunya.

Pameran karya ilustrasi Anggia, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Anggia Ayudhia Putri membuat karya berjudul “Bawang Putih dan Bawang Merah.” Karya ini menceritakan cerita rakyat zaman dahulu dan diubah ke versi modern. Masih ada kesamaan dengan cerita serupa hanya saja ada beberapa objek yang dibedakan.

Pameran karya ilustrasi Annida, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Sementara itu, Annida Nurhaniffa menyajikan buku cerita bergambar berjudul “Mengenal Ragam Profesi Bersama Miu.” Karya ini merupakan buku cerita bergambar fabel yang bertujuan berupaya meningkatkan minat dan bakat anak usia dini.

Buku cerita bergambar ini mengisahkan seekor kucing yang mencari minat dan bakatnya melalui berpetualang dan mengenal ragam profesi dengan ditemani temannya Owly. Di dalamnya terdapat berbagai jenis hewan dan beragam profesi yang dapat dikenali.

Pameran karya ilustrasi Faris, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Faris Fathurachman membuat karya berjudul “Cerita Rakyat Majalengka.” Kisahnya bermula saat Kabupaten Majalengka terbentuk, tentang sebuah kerajaan Panyidagan yang dipimpin oleh ratu yang sangat cantik bernama “Nyi Ratu Rambut Kasih.”

Pada karya ini penulis membuat desain karakter dan story board animasi berdasarkan cerita rakyat Majalengka. Dengan karya, penulis berharap bisa mengangkat dan memperkenalkan daerah asal penulis yakni Majalengka kepada khalayak umum dengan media story board animasi.

Pameran karya ilustrasi Fariz, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Fariz Firmansyah memamerkan kumpulan karya poster selama magang di brand Engineer Workwear Supply Company. Karya-karya yang ia ciptakan bertujuan untuk mewakilkan nilai-nilai kerja keras dan solidaritas untuk semua para pekerja Indonesia.

“Forged By Hardwork,” menjadi kalimat yang mewakili usaha dengan sepenuh hati, sekuat tenaga untuk berupaya mendapatkan keingingan pencapaian hasil yang maksimal dan menjadi poin penting pada setiap poster yang dibuat dengan ciri khas masing-masing.

Pameran karya ilustrasi Ghaida, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Ghaida Mursalatillah M menampilkan karya tentang cover buku hasil magangnya.

Pameran karya ilustrasi Hadi, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Sedangkan Hadi Gumilar Aditya Nugraha memberikan judul Desain Karakter Futuristik Domba Garut untuk karyanya. Memasuki tahun baru, era baru, perkembangan dan kemajuan teknologi baru, membuat generasi penerus harus bisa mengikuti perkembangan namun tidak melupakan apa yang sudah diwariskan.

Sebuah rancangan baru dari adanya campuran hewan lokal asli khas wilayah Jawa barat khususnya daerah kabupaten yaitu domba Garut dengan visualisasi desain karakter futuristik yang dikemas dalam sebuah ilustrasi kalender tahun 2023.

Pameran karya ilustrasi Indra, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Indra Solehudin Muhamad juga menghadirkan karya desain kalender yang dipadukan dengan desain karakter mengadaptasi dari kebudayaan Indonesia yaitu Wayang Purwa.

Desain karakter dibuat dengan visualisasi gaya kartun agar terlihat menarik. Ia memilih gaya kartun supaya dapat menyaingi desain karakter lainnya dari berbagai media sehingga wayang dapat terus dilestarikan dan terus berkembang agar tidak hilang di tengah kemajuan zaman.

Pameran karya ilustrasi Ira, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Ira Solihah mengangkat judul karya: “Disiplin Bermain Gawai Bersama Faiz.” Karya ini berupa buku interaktif untuk membantu orang tua dalam pengasuhan anak yang bertujuan untuk mengurangi dan mengalihkan penggunaan gawai dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat lainnya. Caranya dengan penyampaian melalui cerita, kuis, dan kegiatan interaktif yang tentunya membantu proses belajar anak menjadi lebih menyenangkan

Pameran karya ilustrasi Julia, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Julia Relita George membuat cerita bergambar fantasi tentang seorang anak kecil yang nakal dan manja. Tiba-tiba ia masuk ke Negeri Seribu Santun dan telinganya berubah menjadi telinga kelinci. Selama di negeri tersebut ia harus melakukan kebaikan agar dapat kembali.

Pameran karya ilustrasi Dhimas, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Muhammad Dhimas Pratama menyajikan buku cerita bergambar untuk anak-anak mengenai sebuah petualangan kawanan dinosaurus yang digambarkan dengan gaya pixel-art.

Pameran karya ilustrasi Jawad, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Sedangkan Muhammad Jawad Azhar menawarkan karya illustrasi drawing bertema Jester atau badut pelawak dari abad pertengahan dan era Renaisans. Penggambaran sosok Jester pada ilustrasi bertujuan untuk mengenalkan seorang pelawak yang dipekerjakan untuk raja ataupun menjamu tamu.

Jester sering juga ditemui sebagai pelawak keliling untuk menghibur rakyat biasa di pameran atau di pasar kota. Hal yang unik dari seorang Jester adalah mereka kebal hukum, memliki hak untuk berbicara dan mengejek secara bebas tanpa dihukum.

Topi dan lonceng merupakan simbol yang menunjukkan status dan perlindungan mereka dibawah hukum, serta marrote atau tongkat kerajaan melambangkan tongkat kerajaan yang dipegang oleh seorang raja.

Pameran karya ilustrasi Pebi, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Pebi Nur Fauziah memiliki karya berjudul “Lunna’s Adventure: Magical Blue Tea.” Ia menawarkan cerita bergambar fantasi tentang petualangan tokoh utama bernama Lunna dalam misi pencariannya menemukan obat dari bunga Telang yang kemudian dijadikan olahan teh herbal. Obat ini untuk menyembuhkan asma yang diderita ayahnya dan penduduk desa Morwen yang secara tiba-tiba karena terkena dampak kabut asap yang menyelimuti desa Morwen.

Pameran karya ilustrasi Rizka, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Rizka Salsabila Azhar menampilkan karya berjudul “Alyssa: Memperoleh Kembali Ingatan di Alam Kematian.” Novel grafis dengan genre fiksi untuk kalangan remaja dan dewasa ini menceritakan tentang perjalanan seorang gadis yang berusaha untuk memperoleh kembali jati dirinya di alam setelah kematian bersama seorang pria yang menemaninya.

Pameran karya ilustrasi Saffanah, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Saffanah Ndhira Fadhlan mengangkat “Lutung Kasarung,” sebagai materi karya yang menceritakan tradisi yang dipenuhi makna, dan disajikan dalam bentuk komik sederhana, dengan berbagai stye yang membuatnya lebih unik.

Pameran karya ilustrasi Shella, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Shella Rinjani Akbar mempunyai karya berjudul “Our Tipping Point.” Komik eco-horror ini menceritakan kisah Hope dan Kai yang tinggal di kota dalam proses kehancuran. Dikisahkan zaman di mana perubahan iklim dan juga kegagalan sistem ekologi mendorong manusia untuk mencari segala cara untuk bisa melihat kembali dunia yang pernah mereka kenal. Dengan karya ini Shella berharap untuk bisa membuka dan memulai lebih banyak percakapan mengenai perubahan iklim yang sedang kita alami saat ini.

Pameran karya ilustrasi Siti Hindasah, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Siti Hindasah memamerkan karya berjudul “Ensiklopedia Hewan Mamalia Langka Khas Indonesia: Aku yang Hampir Punah.” Ensiklopedia yang dikemas dengan ilustrasi hewan mamalia langka endemik dan pop-up 3D digital.

Pameran karya ilustrasi Siti Rahmani, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Siti Rahmani memproduksi karya berjudul “Ensiklopedia Mini Astronomi: Petualangan Luar Angkasa Bum dan Mun.” Anak-anak memiliki rasa penasaran dan keingintahuan yang sangat tinggi dan terkadang menanyakan suatu hal yang berhubungan dengan keadaan atau peristiwa dalam kehidupan sekitarnya.

Termasuk pertanyaan yang terkait dengan benda-benda langit, seperti menanyakan apa itu Bulan? Bintang? dan Matahari. Oleh karena itu salah satu media pembelajaran yang dirasa tepat bagi anak yaitu ensiklopedia mini. Dengan judul “Petualangan Luar Angkasa Bum dan Mun”, ensiklopedia mini bertema astronomi ini berisikan tentang pengenalan terhadap benda-benda langit serta fenomena luar angkasa yang ada pada kehidupan.

Pameran karya ilustrasi Verry, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Verry Prasetyo membuat karya “Ada Apa Dengan Kucing.” Karya ini merupakan sebuah komik edukatif yang menjelaskan tentang dasar-dasar memelihara kucing.

Pameran karya ilustrasi Viekri, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Sementara Viekri Maulana Ramadhan menyajikan karya “Flower of Stalingrad Artbook.” Ini adalah buku yang memperkenalkan berisi karakter, senjata dan kendaraan, dan juga konsep seni dari sebuah cerita komik yang akan ia garap. Buku ini mengambil referensi dari sebuah pertempuran paling berdarah pada masa perang dunia II di Eropa Timur antara Jerman melawan Uni Soviet.

Pameran karya ilustrasi Wandahyra, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Wandahyra Luthfiyyah menghadirkan karya komik yang dibuat dengan platform webtoon. Karya inI menceritakan keseharian mahasiswa pada masa pandemi Covid-19 khususnya pada perkuliahan, sebagai upaya membentuk motivasi serta hiburan bagi mahasiswa untuk menjalani kehidupan yang lebih baik untuk ke depannya dan juga sebagai bukti sejarah yang pernah terjadi.

Komik tersebut memiliki genre slice of life dan drama yang dibumbui komedi di dalamnya. Ada beberapa chapter pada komik tersebut yang diisi dengan menceritakan pengelaman para setiap tokohnya.

Pameran karya ilustrasi Yasmine, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Yasmine Azzahra membuat karya “Ensiklopedia Rempah Nusantara.” Sejak dahulu, Indonesia telah dikenal sebagai penghasil rempah- rempah di dunia. Bahkan, keberadaannya pun menjadi salah satu alasan bangsa Eropa datang ke Indonesia. Melalui buku ensiklopedia ini, Yasmine bermaksud untuk mengenalkan jenis rempah-rempah di Indonesia yang sering digunakan sehari-hari kepada anak-anak.

Pameran karya ilustrasi Yonathan, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Yonathan Andrianto mengenalkan karyanya berjudul “Mengenal Zat-Zat Makanan Bersama Rumi.” Karya ini merupakan sebuah buku edukasi yang dilengkapi dengan elemen ilustrasi yang unik sebagai daya tarik untuk pembaca.

Karya ini ditujukan untuk usia 7 tahun hingga 12 tahun, ataupun untuk semua umur dengan bimbingan orang tua sebagai pendamping literasi.

Pameran karya ilustrasi Yuni, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Yuni Catur Wulandari menampilkan kalender ilustrasi bertema profesi. Karya ini merupakan sebuah kalender yang dilengkapi dengan ilustrasi peringatan hari profesi setiap bulannya agar lebih menarik dan informatif.

Pameran karya ilustrasi Zulfa, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung. Foto: Griya Seni Popo Iskandar.

Sedangkan Zulfa Delia Ramadani membuat sebuah komik fiksi superhero Gatotkaca yang terdiri dari 5 chapter, dengan menyuguhkan cerita yang sarat akan nilai-nilai positif bagi para pembaca terutama generasi muda.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: