“Fleeting Away”, Kedewasaan Pure Saturday Menyikapi Kehilangan

Pure Saturday memperkenalkan karya terbarunya berjudul “Fleeting Away,” Agustus 2023. Kehadiran single ini menyusul album Our Sincere Desire yang tercatat dirilis pada awal tahun silam.

Lewat keterangan resminya, Pure Saturday mengisahkan lagu ini dengan menggambarkan kedewasaan saat seseorang mengalami kehilangan dalam konteks yang luas.

“Kisah mengenai persahabatan, cinta, dan relasi-relasi yang murni terjalin sebagai ikatan hasrat, lalu menjelma menjadi jembatan yang membangun siapa masing-masing personal, hingga akhirnya pudar berpisah, meninggalkan masing-masing ruang hampa dan hambar,” begitu pemaknaan Pure Saturday dalam single “Fleeting Away.”

Pure Saturday memperkenalkan karya terbarunya berjudul “Fleeting Away,” Agustus 2023. Foto: Pure Saturday.

Dalam lagu ini, keterpisahan juga terkadang dimaknai sebagai suatu keniscayaan. Segala upaya nyaris takkan bisa membendung, selain bersiap untuk merelakan segala kemungkinan.

“Namun uniknya, di sisi lain seiring waktu, juga memahami bahwa semua pasti terjadi dan tak ada pilihan selain berserah. Inilah sepertinya rasa rawan menjadi dewasa dan menyikapi kehilangan,” kata Pure Saturday, menambahkan.

Secara musikal, “Fleeting Away” menampilkan kedewasaan pula dari sisi pemilihan bebunyian (sound). Sebenarnya, lagu ini begitu mudah dikenali sebagai lagu Pure Saturday, bahkan ketika bait pertama dinyanyikan.

Mereka pun tetap mempertahankan gaya proporsional saat menyajikan musik, seperti pada kebanyakan karya-karya sebelumnya. Tidak ada instrumen yang terdengar lebih menonjol, namun secara umum lagu ini begitu mudah menjejak di telinga.

Pure Saturday memperkenalkan karya terbarunya berjudul “Fleeting Away,” Agustus 2023. Foto: Pure Saturday.

Soal proses kreatifnya, lagu “Fleeting Away” ditulis pertama kali oleh Ade Purnama sejak tahun 2017. Secara berkala lagu ini digarap sepanjang tahun 2021 hingga akhirnya usai tahun 2023 dengan tatanan musik yang digarap pertama kali oleh Ezza Rush.

Proses rekaman lagu ini juga dilakukan secara gerilya. Mereka pertama kali merekam bagian drum di Studio Escape tahun 2021 oleh Ade Saepudin, dilanjut merekam gitar di Studio Neverlabs di tahun yang sama oleh Sofyan Effendi, sampai akhirnya diproses mixing dan mastering oleh Indra Adhikusuma di Binaural Studio.

Baca Juga :   Dusx: Single Dissemination of Plague dan Transisi Karakter Grindcore

“Fleeting Away” sudah bisa didengarkan melalui berbagai layanan pemutar musik digital.***

Posts created 395

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top