mikrofon.id

Film Alang-Alang: Kisah Anak Pemburu Ikan Berwujud Emas yang Terdesak Lingkungan Keras

MIKROFON.ID – Huda, seorang anak kecil, merasakan betapa sulitnya mendapatkan dukungan dari orang-orang dewasa di sekitarnya. Hidupnya semakin sempit selepas ibunya meninggal dunia.

Belum lagi perangai ayahnya yang mudah berlaku kasar. Huda pun meninggalkan rumah.

Berlatar kampung nelayan, Huda terpaksa mencuri ikan di tempat pelelangan ikan untuk bertahan hidup. Kerasnya hidup di pelelangan membuat Huda semakin ingin mewujudkan keinginannya: mendapatkan ikan berwujud emas di laut.

Pada akhirnya, seorang anak seperti Huda kehabisan pilihan dan berjuang mencari ikan berwujud emas dalam keputusasaan.

Gagasan film “Alang-Alang” diawali dari penulis sekaligus sutradara, Khusnul Khitam, yang membuat dokumenter terkait Alang-Alang.

Sejak 2010, Tatam, begitu Khusnul Khitam biasa dikenal, mulai menulis cerita untuk film fiksi Alang-Alang.

Istilah untuk anak-anak pencuri ikan di tempat pelelangan ikan yang ada di Kota Pekalongan, di tahun 2005 itu diangkat menjadi film Alang-Alang.

Tatam akhirnya bertemu dengan Chandra Sembiring, produser film Alang-Alang bersama rumah produksi Aksa Bumi Langit di tahun 2020, dan telah berhasil menyelesaikan proses syuting di bulan Maret 2021 di Kota Pekalongan. 

Film ini dibuat di Kota Pekalongan sebagai salah satu kota yang mempunyai histori tempat pelelangan ikan terbesar di Indonesia. Film ini diperankan oleh beberapa pemain film level nasional dan beberapa aktor lokal.

“Harapan kita, film Alang-Alang dapat mengajak seluruh kita, terutama orang dewasa, untuk lebih menyadari dan terpanggil untuk berperan dalam mendukung seluruh anak-anak di sekitar kita untuk memiliki harapan baik akan masa depan mereka. Proses ini dapat terselenggara dengan kerja sama yang apik dan proses kreatif yang penuh diskusi dengan semangat yang sama mewujudkan film ini,” tutur Tatam.

Roadshow

Film Alang-Alang merupakan film ke-3 yang diproduksi oleh rumah produksi Aksa Bumi Langit.

Alang-Alang rencananya akan diikutsertakan dalam festival-festival internasional dan rilis di bioskop Indonesia pada kuartal II 2022.

Untuk memperkenalkan film Alang-Alang kepada penonton film di Indonesia, rumah produksi Aksa Bumi Langit telah melakukan roadshow di 5 kota yaitu Bandung, Malang, Yogyakarta, Semarang, dan Pekalongan, pada November lalu.

Produser Film Alang-Alang, Chandra Sembiring, menyampaikan bahwa proses promosi ini dibuat dalam konsep workshop bersama para filmmaker.

Roadshow ini juga sekaligus mengajak para penggemar film dan para komunitas di kota-kota tersebut dengan berbagi pengalaman proses yang dialami oleh tim Aksa Bumi Langit dalam proses perwujudan film Alang-Alang.

“Dalam roadshow yang kita selenggarakan, diadakan workshop yang dilakukan oleh para filmmaker seperti Yudi Datau tentang sinematografi lanskap urban, Tatam terkait proses metamorfosis dokumenter menjadi film fiksi Alang-Alang, Putri Ayudya terkait bagaimana mencari pemeran dan proses seni peran di film Alang-Alang, serta proses produksi yang dilakukan terkait minimasi carbon footprint selama proses produksi. Selain itu, kita juga mengadakan acara ketemu dan bincang-bincang dengan para kru dan pemain di tiap-tiap kota tersebut,” tutur Chandra.***

Tinggalkan Balasan

Back to top
%d blogger menyukai ini: