Ekspresi Kesetaraan Seni Rupa di Artvocation Komuji Indonesia

Program Artist Talk Artvocation Komuji Indonesia, Jumat, 20 Januari 2023, mengangkat diskusi soal ranah seni rupa lewat tema “Saling Bukan Paling: Ragam Rupa yang Setara,” di JI Sociopetal Space, di Jln. Bojong Koneng, Kabupaten Bandung.

Diskusi kali ini berjalan seru. Ada Harry “Koi” Pangabdian yang berbagi pengalaman terkait NFT, dan Irvine Jasta soal keterhubungan otomotif dengan seni rupa, terutama pinstriping dan custom painting.

Keduanya juga berbagi pandangan soal diskriminasi gender di ruang seni. Pemandu acara yang juga ahli filsafat kontemporer, Syarif Maulana, membuka diskusi terkait diskriminasi gender di ruang-ruang seni rupa.

Artist Talk Arvocation Komuji Indonesia ranah seni rupa lewat tema “Saling Bukan Paling: Ragam Rupa yang Setara,” di JI Sociopetal Space, di Jln. Bojong Koneng, Kabupaten Bandung, Jumat, 6 Januari 2023. Foto: Muhammad Fikry Mauludy/mikrofon.id.

Sebagai perupa, Irvine sempat mengalami situasi itu. Ia masih ingat betapa sulitnya akses dan ruang bagi seniman perempuan di berbagai media dan ruang seni rupa.

“Mungkin sekarang tidak terlalu kelihatan karena sekarang kita punya media sendiri, media sosial, buat mengekspresikan karya-karya kita. Mungkin beberapa belas tahun lalu perempuan minim perhatian, termasuk pameran. Perempuan bingung atau takut karyanya tidak diterima, atau takut sama omongan orang-orang karena masih belum diterima masyarakat,” tuturnya.

Harry Koi, yang menekuni musik, teater, dan seni rupa, juga sempat merasakan adanya pandangan miring soal keberadaan lelaki di lingkup seni tari.

“Kalau untuk beberapa pengalaman di wilayah kesenian, diskriminasi terhadap gender masih banyak dan mudah ditemukan di sekitar kita. Di wilayah tari dan koreografer itu kan banyak cewek. Ada juga cowok bisa koreografi tetapi sering mendapat diskriminasi,” ujar Harry.

Kini, Irvine mengamati kondisinya banyak berubah. Seniman perempuan sudah lebih terbiasa dan banyak bermunculan. Apalagi keberadaan ruang dan panggung di media sosial yang lebih mudah menjual citra karya kepada khalayak.

Baca Juga :   Menjelajah Samar Sejarah di Pameran Menyatakan Jarak

Kemajuan ini yang membuatnya terus berjuang di bidang lukis sejak 12 tahun lalu. Kebetulan, keasyikannya di hobi otomotif yang mengantarnya untuk betul-betul mengasah kemampuan di seni rupa.

Irvine menekuni pinstriping yang menjadi pendukung custom painting sebagai pelengkap unsur modifikasi pada motor dan mobil. Selain menorehkan grafis di bagian motor atau mobil, aksesoris pendukung seperti helm juga jadi objek Irvine dalam melimpahkan skill seninya.

Artist Talk Arvocation Komuji Indonesia ranah seni rupa lewat tema “Saling Bukan Paling: Ragam Rupa yang Setara,” di JI Sociopetal Space, di Jln. Bojong Koneng, Kabupaten Bandung, Jumat, 6 Januari 2023. Foto: Muhammad Fikry Mauludy/mikrofon.id.

Upaya Irvine untuk menaikkan kelas perempuan dan gambarnya masih harus dipacu di masa awal dunia custom painting. Lagi-lagi, ranah otomotif tak luput dari stereotip maskulinitas, yang mengesampingkan kesetaraan perempuan di tengah arenanya.

“Saat itu di Bandung belum ada perempuan di custom paintin, meskipun saya yakin saya bykan yang pertama. Tapi memang jarang otomotif diisi perempuan yang ngerti motor, belum lagi painting di material keras, metal, besi. Jadi memang untuk perempuan kerjanya dua kali lipat,” katanya.

Seiring waktu, reputasi Irvine sebagai seniman grafis perempuan pun melambung. Ia mudah mendapat banyak kenalan mulai dari individu penikmat custom painting sampai dilirik pabrikan.

Karya grafis di badan kendaraan juga ikut naik citranya dari sekadar pekerjaan tukang cat di bengkel.

“Akhirnya saya bareng-bareng berkarya kreatif membuktikan tekanan dari berbagai stereotip. Dari situ muncul banyak teman yang mengulik soal cat, sampai-sampai komunitas ini bikin industrnya. Jadi ini soal konstruksi, ya. Memang waktu yang bikin kita berubah, perempuan bisa melalukan apa yang laki-laki lakukan,” tutur Irvine.

Sedangkan Harry Koi mengungkap betapa kuatnya komunitas NFT dalam membuka sudut pandang publik pada karya seni. Komunitas NFT hadir saling dukung, memberikan gagasan, dan mendapatkan sokongan penuh.

Platform jni membangkitkan para perupa yang selama ini memendam karyanya. Karya NFT juga bisa diperdagangkan layaknya trading. Teman perupa yang aktif menggambar tetapi dari latar otodidak selama ini tak pernah berani merilis karyanya.

Baca Juga :   Kecermatan Sunaryo Memadu Materi dalam Pameran Puisi Kertas & Refleksi

“Cukup menarik dunia digital ini. Semua orang bebas memilih mana yang suka dan tidak suka. NFT tiba-tiba ada di permukaan dan menjadi menarik, menggoreng sistem NFT muncul ke permukaan dan akhirnya diminati banyak perupa,” katanya.

Artist Talk Arvocation Komuji Indonesia ranah seni rupa lewat tema “Saling Bukan Paling: Ragam Rupa yang Setara,” di JI Sociopetal Space, di Jln. Bojong Koneng, Kabupaten Bandung, Jumat, 6 Januari 2023. Foto: Muhammad Fikry Mauludy/mikrofon.id.

Mentor seni rupa di program Artvocation Komuji Indonesia, Abdul Kodir, melihat para peserta workshop mampu terasah perspektif kekaryaanya. Peserta workshop Artvocation bidang seni rupa diarahkan untuk merespons narasi besar program ini bersama sektor musik, sastra, dan film.

“Kalau di bidang yang lain kan deskriptif lalu dinarasikan. Di rupa, kita meng-compress yang hal yang cukup sulit. Dalam satu karya harus merepresentasikan banyak hal. Di Artvocation ini, peserta merespons naskah cerpen. Pesan bisa simbolik atau ilustratif, tetapi yang menarik yakni memberikan pesan yang tidak langsung. Menganalogikan itu rasanya lebih komunikatif. Kita tidak vulgar. Ini yang cukup kompleks, mempresentasikan tidak secara langsung tapi ngena pesannya,” tuturnya.

Pada Artist Talk Artvocation Komuji Indonesia, terkait ranah seni rupa lewat tema “Saling Bukan Paling: Ragam Rupa yang Setara,” ini diramaikan pula dengan penampilan Imam Kelana dan Ukeba Squad.

Tayangan lengkap diskusi ini bisa ditonton di kanal Youtube Komuji Indonesia.***

Posts created 399

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top