mikrofon.id

‘Dobrak’ Prokes Pandemi, Mustache and Beard Manggung di Kamar, Taman, dan Tempat Jemuran

Protokol kesehatan ketat saat pandemi tak menjadi batasan bagi Mustache and Beard untuk menggelar sejumlah gigs. Foto: Mustache and Beard.

MIKROFON.ID – Protokol kesehatan ketat saat pandemi tak menjadi batasan bagi Mustache and Beard untuk menggelar sejumlah gigs.

Mustache and Beard merasa harus melampaui kejenuhan penikmat musik, khususnya fans mereka, Penawar, agar tak hanya ditawarkan gambar bergerak seperti umumnya video musik.

Mereka paham, menampilkan video saat beraksi di depan layar perangkat digital saja tak cukup.

Maka, M Afif Abdullah (Vocal/ Flute/Accordion), Febryan Tricahyo (Guitar Acc/Vocal), Adri Imad Kadifa (Trumpet/Trombone/Multi instrument), dan M Nagib Assegaf (Drum) meleburkan sejumlah teknologi ke dalam pertunjukan folk-popnya.

Tak lama setelah pandemi mengurung Tanah Air, Mustache and Beard berani bersiasat dengan menampilkan Konser Audio Video 360.

Sajian langka di Indonesia itu berhasil membuat takjub. Dari layar Youtube, penonton bisa memutar video, berkeliling menghadap para personel yang seakan bermain langsung di depan pemegang HP.

Yang membuat video 360 itu terpuji, rekaman audio yang melengkapinya juga digarap serius. Saat HP diarahkan bergeser ke personel lain, volume pun ikut beralih; menurunkan suara instrumen yang ditinggalkan, menguatkan volume instrumen yang baru dituju.

Ada sensasi live yang menyertainya, dengan harmoni yang terus terjaga. Membuat penikmat Konser Audio Video 360 merasakan dikelilingi musisi Mustache and Beard.

Protokol kesehatan ketat saat pandemi tak menjadi batasan bagi Mustache and Beard untuk menggelar sejumlah gigs. Foto: Mustache and Beard.

AR

Selang beberapa bulan, pandemi yang belum juga usai membuat Mustache and Beard kembali dengan penampilan kejutan. Kali ini, konser mereka di akhir Februari 2021 didukung teknologi Augmented Reality (AR) dengan judul konsep Realitas Maya Edisi AR.

Cukup mengarahkan kamera HP di manapun, Mustache and Beard akan hadir. Konser di tengah pembatasan ketat protokol kesehatan pun “dilabrak” Realitas Maya Edisi AR.

Dengan wujud personel lengkap, Mustache and Beard mengisi rehat manusia dengan manggung langsung di kamar, taman, tempat jemuran, ruangan kantor, atau di manapun kamera HP diarahkan.

Di konser ini, Mustache and Beard berkolaborasi dengan salah satu Developer Aplikasi yang berbasis di Bandung yang bernama Ars.

Untuk menikmati konser ini, penonton diharuskan mengunduh Aplikasi Ars di Playstore atau di AppStore.

Melalui konser ini, Mustache and Beard merilis 2 lagu, yaitu lagu yang berjudul “Tambora” dan “Senyum Membawa Pesan”.

Lagu “Tambora” pada tanggal 26 Februari 2021 dan “Senyum Membawa Pesan” pada tanggal 4 Maret 2021. Dalam aplikasi ini, penonton dapat menggelar konser Mustache and Beard kapan saja, dan dengan latar di mana saja.

Lewat fitur AR ini, para penonton juga dapat mengambil foto dan video bersama Mustache and Beard untuk kemudian bisa langsung diunggah ke media sosial.

“Kami mencoba memberikan konser yang berbeda, biar dapet engagement langsung dari penonton. Karena ngeliat dan ngerasa konser live perform dianggap sudah biasa. Makanya kita kolaborasi dengan Ars, yang basic-nya dia menjadi platform untuk designer interior atau arsitek,” kata Manajer Mustache and Beard, Fauzan Mubarok.

Ia menambahkan, hadirnya Realitas Maya Edisi AR ini diharapkan mampu mengobati rasa rindu para Penawar dan penonton lainnya untuk menikmati konser dari Mustache and Beard.***

Tinggalkan Balasan

Back to top
%d blogger menyukai ini: