Disaster Showcase Vol.24 Tampilkan Band Kencang Penguras Keringat Massa

Disaster Showcase Vol.24. Foto: Disaster Records.

Panggung alternatif Maternal Disaster lewat unit label rekamannya, Disaster Records, kembali menggelar Disaster Showcase di Kota Bandung. Kali ini, Disaster Showcase Vol.24 dilangsungkan di IFI, Bandung, Sabtu, 5 November 2022.

Meski waktu pelaksanaannya berbarengan dengan festival besar di Bandung, Disaster Showcase Vo.24 mampu menyedot spektator memenuhi ruang indoor IFI Bandung. Padatnya audiens yang hadir menjadi bukti bahwa panggung alternatif punya daya pikat istimewa.

Aksi band-band yang menjadi line-up juga tergolong layak diburu, terutama bagi penyuka death metal, crust punk, D-beat, hingga hardcore punk. Malam itu, penampilan apik memang diperlihatkan Haul, Blackhawk, Ancient, Critical Issues, Masakre, serta band asal Singapura, Doldrey.

Musik bertempo kencang pemicu stage-dive hingga breakdown brutal yang menularkan anggukan menjadi respons massa yang tak surut meliar hingga akhir acara.

Disaster Showcase Vol.24. Foto: Dadan ‘Ogos’ Ramdan/mikrofon.id

Vokalis Ancient, Danus Darmawan menjadikan acara ini buat pengenalan materi baru yang akan dihadirkan ke album mendatang. Dua materi baru ini akan menjadi pelengkap delapan lagu yang rencananya rilis di awal tahun depan.

Bagi Dannus, leburan genre di Disaster Showcase bikin puas Ancient, bukan hanya penonton. Ancient yang mengusung speed/black metal bisa berbagi panggung dengan genre lainnya.

“Semua yang maen ini genre-nya enggak sama. Bagusnya sih ke depan kayak gini semua, orang enggak bosen, enggak satu genre aja. Yang pasti acara ini penting ya buat jadi alternatif band-band bisa manggung,” katanya.

Disaster Showcase Vol.24. Foto: Dadan ‘Ogos’ Ramdan/mikrofon.id

Mewakili Haul, Kenny Reyhansyah mengatakan, Haul juga membawakan tiga materi barunya. Selain Disaster Showcase, ia berharap ada banyak gigs alternatif yang bisa tersebar di banyak venue di Bandung, tanpa diusik otoritas.

“Yang dibutuhin itu space. Yang bikin pasti banyak. Soalnya yang butuh space ini enggak cuma musik. (Yang jadi masalah) Acara apapun di Bandung termasuk sulit lah, untuk komunitas. Pemerintah malah mikirin hal-hal yang terlihat cantik tetapi enggak fundamental,” katanya.

 

Disaster Showcase Vol.24. Foto: Dadan ‘Ogos’ Ramdan/mikrofon.id

Kembali Rutin

Co-founder Maternal Disaster, Vidi Nurhadi menjadikan Disaster Showcase Vol.24 ini sebagai panggung promo rilisan terbaru roster mereka Critical Issues dan Blackhawk. Selain itu, line-up juga diisi roster Disaster Records lainnya, Ancient serta Haul.

Disaster Showcase Vol.24 juga mengundang penampil tamu di luar label mereka, Masakre dari Jakarta serta Doldrey dari Singapura. Kebetulan keduanya sedang menjalani tur ke sejumlah kota.

Disaster Showcase sempat diadakan setiap sebulan sekali, untuk disesuaikan menjadi dua bulan sekali. Masuk pandemi, agenda ini tertunda. Sempat dimulai kembali di akhir puncak pandemi, Disaster Showcase kembali bergulir di 2022 dengan titik Denpasar, Medan, Palembang, dan akhirnya kembali ke Bandung di November 2022. Hingga penghujung tahun 2022, direncanakan ada tiga showcase di beberapa kota.

Disaster Showcase Vol.24. Foto: Dadan ‘Ogos’ Ramdan/mikrofon.id

Panggung Bergilir

Vidi memastikan, Disaster Showcase tak menetapkan genre. Yang pasti, band yang akan ditampilkan tetap dikurasi.

“Yang penting secara musik masuk, secara attitude masuk, karena kita suka bikin acara aja dari awalnya. Maternal itu bisa dibilang jualan pakaian, bukan EO. Kalau kita bisa, lagi pengen, kita bikin acara. Kita enggak ada tujuan mulia untuk membangkitkan band-band lokal, enggak. Memang kita pengen bikin acara aja, bikin gigs, seru-seruan. Jadi enggak ada target. Kurasi tetap ada dari Disaster dan teman-teman,” ujarnya.  

Vidi menambahkan, Disaster tidak pernah ingin dicitrakan sebagai label yang mengusung misi mulia: sebagai penyelamat karier band dan mengangkat potensi band lokal.

“Kalau kita sih ngangkat band as a label aja. Kita merilis dan mempromosikan. Semua balik lagi ke band; materi bandnya, aktifitas, kualitasnya. Kalau kita sih enggak ada niat naikin band, ngangkat band, soalnya enggak ada tujuan mulia seperti itu, sih. Kita merilis band-band yang memang cocok. Ke depan sih terserah band mau ke mana,” tuturnya.

Yang sedang diupayakan Disaster Records yakni keberlanjutan gigs, dan membagi giliran band yang tampil. Walaupun gigs kecil, tetapi bisa berjalan rutin dan berbagi panggung.

“Mudah-mudahan bisa terus, ya. Bisa terus bikin gigs. Di tiap kota, di Bandung juga. Sebenernya hanya sebagai sarana alternatif aja sih. Kita bikin acara buat seneng-seneng aja. Jadi enggak ada tendensi apapun. Kita dari awal enggak ada kepengen bikin acara besar. Yang penting kan sebenarnya bukan acara besar, tetapi banyak. Jadi mending kecil tapi banyak. Daripada besar tapi jarang-jarang. Jadi kita mending bikin sering meski kecil,” kata Vidi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top
%d blogger menyukai ini: