Direktur Baru Goethe-Institut Bandung Siapkan Kolaborasi Pendidikan, Seni, dan Budaya

Tiba di Bandung pada Maret 2021, direktur baru Goethe-Institut Bandung, Caroline Brendel menyiapkan kolaborasi pendidikan, seni, dan budaya. Foto: Goethe-Institut Bandung.

MIKROFON.ID – Bertolak dari Frankfurt, Jerman, direktur baru Goethe-Institut Bandung, Caroline Brendel akhirnya dapat menjalankan tugas secara langsung di Bandung.

Selama delapan bulan terakhir, Caroline bekerja dan memimpin Goethe-Insitut Bandung dari Jerman secara daring, menyusul pandemi COVID-19 yang menerpa global. Dari Frankfurt, Jerman, Caroline dijadwalkan tiba di Bandung pada Bulan Maret 2021.

Ia telah mencanangkan pengembangan praktik digital di Goethe-Institut Bandung serta memperluas proyek-proyek lokal selama masa baktinya beberapa tahun ke depan.

Bagi Caroline, memimpin sebuah institusi di masa pandemi merupakan sebuah tantangan. Bekerja secara daring bersama tim di Bandung, menguji coba metode kerja yang adaptif, serta mengeksplorasi kemungkinan kegiatan daring adalah pengalaman baru yang penuh dengan potensi pengembangan.

“Meskipun selama ini saya bertemu dengan rekanan secara daring, saya tidak sabar untuk segera mewujudkan rencana-rencana kolaborasi di bidang edukasi, informasi, dan seni budaya antar pelaku di Bandung dan mancanegara.” ucap Caroline, melalui rilis yang diterima mikrofon.id, Jumat 26 Februari 2021.

Baca Juga: Perpustakaan Digital Goethe-Institut Hadirkan Tontonan Gratis 5 Film Jerman Terpopuler

Tiba di Bandung pada Maret 2021, direktur baru Goethe-Institut Bandung, Caroline Brendel menyiapkan kolaborasi pendidikan, seni, dan budaya. Foto: Goethe-Institut Bandung.

Sejak menjabat mulai Juni 2020, Caroline Brendel bekerja jarak jauh dari kediamannya di Frankfurt. Ia telah lama menantikan hari untuk bisa berpindah ke Bandung dan terlibat aktif dalam lingkungan pendidikan, seni, dan budaya setempat.

“Goethe-Institut Bandung telah menjadi dari sektor pendidikan dan kebudayaan setempat selama lebih dari lima puluh tahun. Tempat ini telah menjadi salah satu titik distribusi informasi bagi para pelajar, seniman, dan ahli di Kota Bandung. Saya ingin meneruskan tradisi ini serta mengembangannya melalui berbagai kolaborasi antara pelaku setempat dan internasional, dan saya tidak sabar untuk segera memulai hidup di Kota Bandung,” tuturnya”

Sebelumnya, Caroline Brendel telah bekerja sebagai praktisi kebudayaan di kancah internasional selama sembilan tahun di Jerman, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Penempatan terakhirnya adalah di Goethe-Institut Washington DC, Amerika Serikat.

Direktur Goethe-Institut Indonesia sekaligus Direktur Regional Goethe-Institut Wilayah Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru, Dr. Stefan Dreyer pun dengan bangga menyambut kedatangan Caroline Brendel sebagai direktur Goethe-Institut Bandung.

Selama lebih dari 50 tahun, Goethe-Institut Bandung sebagai institusi kebudayaan dari Republik Federal Jerman berdedikasi untuk mempromosikan pertukaran, kolaborasi, dan pendidikan antara Kota Bandung dan Jerman. Terletak di pusat Kota Bandung, Goethe-Institut Bandung memiliki tujuan untuk terus membangun dialog multikultural melalui program-program bahasa, kebudayaan, dan perpustakaan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top
%d blogger menyukai ini: