Devdan: Soal Hardcore, Album Awaken, Tur, dan Jejaring Media Sosial

Diinisiasi pada 2012, band hardcore asal Bandung, Devdan, terus mengalirkan energi produktif. Melewati 10 tahun bermusik, Devdan tetap tegap untuk menggerakkan panggung-panggung bersama karya-karyanya.

Beberapa jejak yang telah dibuat oleh Devdan di antaranya, Raih Nyata, 2013 (EP), Dominasi dan Elegi, 2014 (single), Countenance 2016 (album), Tetap Membara, 2019 (single), Overcome, 2022 (single) dan EP paling terbaru, Awaken, menjelang akhir 2022. 

Devdan beranggotakan Rangga Putra (Lawe) pada vokal, Yuwan Ariestiyan pada bas, Vicky Stefanus dan Rezha Dylan (Ecot) pada gitar, serta drum oleh Samson Riki. Mereka pun besar dari berbagai band yang sudah juga besar di ranah bawah tanah, seperti Lawe di Jeruji, Yuwan di Taring, Vicky di Kidsway, dan banyak lagi band yang ia jalani.

Devdan masih menyimpan sejumlah misi demi konsisten bergerak di jalur hardcore. Media sosial menjadi penting untuk meraup jejaring pertemanan, komunitas, bahkan sampai ke luar negeri; termasuk upaya untuk kembali manggung di Jepang.

Devdan. Foto: Devdan.

Awaken merupakan rilisan album yang masih hangat dirilis pada Oktober 2022. Awaken dirilis oleh label yang telah membesarkan banyak band-band, Disaster Records.

EP Awaken ini dikerjakan dalam waktu delapan bulan, yang secara organik menyatukan berbagai referensi dari masing-masing personel. Devdan konsisten dengan gemercik part hardcore yang mengarah kepada band-band penyuntik inspirasi mereka seperti The Ghost Inside juga Stick To Your Guns sampai Shai Hulud.

Total durasi album ini 16:24 dengan tracklist “Senyala Api,” “Disintegrasi,” “Overcome,” “Undead,” dan “Boulders.”

Makna Aweken menjadi pembuktian bahwa Devdan masih tegak bermusik dan mampu bertahan menjaga konsistensi selama masa pandemi Covid-19.

Single Overcome itu menceritakan tentang lebih survive berjuang menaklukkan kondisi terpuruk saat itu, bahwa Devdan masih ada,” ujar Yuwan, saat dihubungi oleh Mikrofon.id.

Beberapa orang pun terlibat dalam EP Awaken ini di antaranya, musisi tamu dalam lagu Overcome, Faizal Permana, Foto dijepret oleh Imunggke, Art Director oleh Rangga Putra, 3D design & Sketch oleh Ilhamlux/Wvzam, desain web oleh Yuwan Ariestiyan dan desain layout oleh Rangga Putra.

Rencana

Devdan tak lekas puas dengan karya album yang baru mereka rampungkan. Sebagai publikasi langsung, mereka berencana akan tur menyambangi Sulawesi juga Kalimantan, bahkan meniatkan kembali ke Negeri Sakura, Jepang.

“Mau tur lagi tapi ke Sulawesi juga Kalimantan, kita sedang upayakan itu. Juga ke Jepang karena waktu itu pernah. Nah, sekarang kita berniat kembali kesana,” kata Yuwan.

Diketahui, Devdan pernah menjalani tur pulau Jawa hingga ke timur sana. Maka, sekarang dirasa saatnya untuk menyapa jejaring komunitas hardcore di Sulawesi dan Kalimantan. Ia mengatakan bahwa hal tersebut menjadi acuan juga upaya untuk meningkatkan koneksi jejaring antarwilayah.

Media Sosial

Devdan mengakui bahwa media sosial menjadi unsur berpengaruh kuat untuk mempublikasikan hasil karyanya. Termasuk soal merentang jadwal manggung hingga sebaran poster album atau lagu yang mereka selesai kerjakan.

Postingan media sosial membangkitkan rasa penasaran bagi para pengikut mereka atas kejutan-kejutan yang akan dikenalkan oleh Devdan.

“Kalau untuk Devdan pengaruh media sosial itu satu hal spesifik, kerasa banget. Seperti merch lakunya di luar kota, bukan Bandung. Jadi ini membantu sekali, bahkan tawaran manggung bisa lewat media sosial,” tutur Yuwan.

Ia mengakui bahwa sosial media sangat membantu, sehingga mampu menjangkau komunikasi yang jauh antar rekan sejawat di berbagai pulau bahkan negara.

“Sosmed itu membantu banget, bisa menjangkau dengan mudah. Juga dari segi komunikasi untuk promo,” katanya.***

Profil Penulis

Andryan Ramadhany, lulusan Jurnalistik Universitas Pasundan ini lahir di Kota Bandung, 15 Maret 1992. Dilatarbelakangi kecintaanya dengan musik underground, Andryan banyak dipengaruhi musik bernuansa hardcore. Ia tergiring menyukai musik keras diawali suntikan band New York seperti Youth Of Today hingga band asal California Throwdown juga Lionheart.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top
%d blogger menyukai ini: