mikrofon.id

Demi Lestarikan Wayang, 70 Seniman Jawa Barat Ramaikan Pameran ‘Ramayana Mahabaratha’

MIKROFON.ID – Galeri Pusat Kebudayaan menggelar pameran Seni Rupa Wayang “Ramayana Mahabaratha”. Kali ini, pameran yang menjadi agenda rutin setiap hari wayang se-dunia di bulan November ini dilangsungkan secara online di Instagram dan Facebook Galeri Pusat Kebudayaan, berkenaan dengan situasi pandemi COVID-19.

“Dalam pameran ini diikuti 70 perupa se-Jawa  Barat dengan karya 100 lebih hasil seleksi. Melestarikan wayang dengan karya seni rupa bisa sangat menarik. Penyelenggaraan pameran ini tentunya akan menggalang donasi untuk para pekerja wayang. Semoga pameran ini bisa bermanfaat,” tutur Kurator Pameran Seni Rupa Wayang “Ramayana Mahabaratha”, Isa Perkasa, di Bandung, beberapa waktu lalu.

Isa Perkasa mengisi catatan kurator pameran “Ramayana Mahabaratha” ini.

Melalui catatan kurator Pameran Seni Rupa Wayang “Ramayana Mahabaratha” ini, disebutkan bahwa wayang cepak pertama kali dibuat di Cirebon oleh Elang Magang Gong dan kemudian berguru agama Islam pada Suta Jaya Kemit yang juga seorang dalang. Maka  Elang Magang Gong mengikuti gurunya kemudian mengembangkan wayang cepak.

Hingga berkembang ke wilayah Waled, Ciledug, Losari, Karang Sembung, Arjawinangun, Kapetakan. Warga Cepak membawakan cerita panji, menak, babad Cirebon, babad  Mekah, pertunjukannya di  kuburan dan acara syukuran nadran.

Wayang golek menurut sejarahnya pertama kali dibuat di Cibiru Bandung. Digagas oleh bupati Bandung yaitu Wiranata Kusumah 3 yang pertama kali membuat wayang golek adalah Ki Darman dari Tegal.

Tetapi pendapat ini masih diragukan karena wayang  golek berkembang juga sebelumnya di beberapa wilayah seperti Banten, Bogor, Cirebon, dan beberapa wilayah lain dengan karakter dan bentuk sangat beragam.

Wayang topeng Cirebon adalah pertunjukan wayang yang dimainkan oleh manusia yang memakai topeng wayang. Alur cerita oleh seorang dalang dalam cerita Ramayana dan Mahabarata.

Di Indonesia ada beberapa jenis wayang lain seperti wayang madiya, wayang  klitik, wayang menak yang  menyerupai wayang golek tetapi tokohnya dalam cerita bernuansa Islam dengan iringan musik terbang.

Wayang  Dupara, Wayang Orang, Wayang Krucil, Wayang Parwa, Wayang Potehi, Wayang Suket, Wayang Kulit Bali, Wayang Suluh, Wayang Kulit Perjuangan, Wayang Kulit Betawi, Wayang Beber, Wawang Gedhog, Wayang Kidang Kencana, Wayang Madiya dan beberapa wayang lain.

Dari beberapa catatan sejarah wayang dan beberapa jenis wayang di Indonesia, maka yang paling banyak diminati publik adalah wayang kulit purwa dan wayang golek. Alur ceritanya pun paling banyak dipahami, yaitu Ramayana dan Mahabharata. ***

Tinggalkan Balasan

Back to top
%d blogger menyukai ini: