Boij Ramaikan Lagu Anak Lewat Jalur Punk

Penyanyi cilik berusia 3 Tahun, Boi J. Akhsya merilis single keduanya berjudul “Ayo Mandi!”. Boij, nama panggilannya, mengenalkan lagu-lagu anak dengan pengaruh besar dari pop dan melodic punk.

Dalam single keduanya ini Boij masih berbagi cerita seputar kegiatan sehari-hari yang disukainya, seperti mandi. Sesuai usianya, lagu ini terinspirasi dari kesenangan Boij saat membersihkan badan sembari bermain air dan bernyanyi riang.

Lewat lagu “Ayo Mandi!”, Boij menyemangati anak-anak seusianya yang sering mengalami fase malas mandi. Dengan bermain sambil bernyanyi akan membuat suasana mandi menjadi lebih disukai anak-anak.

Sebelumnya, Boij memulai dari single pertamanya, “Cuci Tangan,” yang dilansir pada November 2021 lalu. Mendapat respons positif, Boij semakin bergelora untuk melanjutkan karyanya.

Ia makin senang bernyanyi dan bersenandung setiap hari; mulai bangun tidur, bermain, makan, sampai tidur kembali. Dengan mengasah hobi bernyanyi ini ternyata menjadikannya lebih mudah menyerap kata-kata dan kalimat yang akhirnya melancarkan gaya berbicara.

Unsur punk yang melatari lagu-lagu Boij tergolong masih ramah anak. Komposisi lagu didapat dari pengaruh Rancid, The Interrupters, atau Ramones. Adapun nuansa ceria yang mengentalkan nuansa melodik diperoleh dari panduan Japan pop-punk semacam Dustbox, Four Get Me A Nots, atau Totalfat.

Bersama gairah bermusiknya, Boij ingin berkarya lewat dengan misi melestarikan kembali lagu anak-anak. Single “Ayo Mandi!” ini merupakan langkah awal dari karya musik Boij menuju mini album bertajuk “Punk Not Yet!” yang menyusul dirilis di tahun ini.

Single “Ayo Mandi!” format HD Audio dapat diperoleh via situs The Storefront, dan layanan streaming digital.

 

Video

Single “Ayo Mandi!” ini juga telah didukung video musiknya. Video ini dirilis di kanal Youtube miliknya, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Ke-77 RI.

Pembuatan video bekerjasama dengan seorang video maker Allan Soebakir bersama tim kreatif dari Sinema Pinggiran berbentuk stop motion yang di ambil dari koleksi foto pribadi Boij.

Dalam video musik ini Boij menunjukkan bahwa dirinya masih bersemangat menjalankan hobi menyanyi dengan alunan musik punk rock dan tetap ingin merilis mini album perdananya segera.

Pengaruh punk di belakang selera musik Boij terlahir dari ayahnya, Bapakew, seorang bapak muda yang pernah aktif bermusik independen beberapa tahun lalu di Kota Jogja. Setelah hijrah ke Jakarta, menikah dan memiliki anak, kesibukan Bapakew yang semula sebagai pekerja kantoran beralih menjadi bapak rumahan.

Rupanya, rutinitas harian mengasuh Boij sekaligus menjadi penulis lepas sangat menguras tenaga, pikiran, dan menyita banyak waktu Bapakew.

Untuk mengisi waktu sehari-hari, Bapakew biasa mendengarkan musik dan bernyanyi sambil joget bersama anaknya mulai dari lagu anak-anak hingga lagu-lagu bernuansa punk rock yang easy listening seperti Rancid, The Interrupters, Ramones, Dustbox, Four Get Me A Nots, Totalfat, dan lain sebagainya. Hingga terwujud perilisan single perdananya “Cuci Tangan” di November 2021 lalu.

Seiring bertambahnya usia, ternyata Boij makin senang bernyanyi dan berkeinginan untuk dibuatkan lagu. Akhirnya Bapakew menghubungi seorang kawannya di Bandung bernama Kak Yana untuk didapuk menjadi produser musik di single ini (juga untuk rencana mini album “Punk Not Yet”).***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top
%d blogger menyukai ini: