Band Lintas Genre Awali Showcase Grimloc Records Locdown Vol.1

Grimloc Records merilis showcase awalnya setelah hiatus panjang selama pandemi dengan tajuk Locdown Vol.1, di Grun Bar, Setiabudi, Bandung, Minggu, 28 Agustus 2022. Dengan deretan roster Grimloc yang masih panjang, showcase ini akan diadakan secara berkala, dan boleh jadi dalam jeda yang tidak lama.

Sebagai showcase pembuka, Locdown Vol.1 ini langsung digempur oleh band-band terbaik Grimloc yang merilis karyanya di sepanjang tahun pandemi. Ada EyeFeelSix, HellCity, Tibiast, Sacred Witch, Taruk, dan Lose It All.

Sejak dimulai pukul 19.00 WIB, grup hip-hop EyeFeelSix, telah memanaskan arena moshing. EyeFeelSix adalah pemilik album yang menjadi rintisan awal Grimloc Records. Mereka juga menjadi musisi kedua dalam Klub 7” Grimloc setelah Krowbar, yang mencetak karyanya di kepingan vinyl 7” lewat “Tak Bisa Dibungkam,” pada November 2021.

Selepas itu, band punk, HellCity, mengisi panggung dengan memburu tempo cepat sekaligus mengenalkan EP terbaru mereka “Kaotik EP” yang dirilis Grimloc pada awal Agustus ini. Band groove metal baru berisi muka lama band underground Bandung, Tibiast, meluncur kemudian bersama album perdana mereka “Melawan Masa” yang dirilis Maret 2022 lalu.

Band yang bersama Grimloc melepas mini album “Mersault” pada Februari 2021, Sacred Witch, kemudian mengambil alih stage lewat performa terbaik kemasan d-beat/hardcore punk yang menderu di seisi ruangan.

Unit hardcore punk, Taruk, memicu keberingasan penonton berkat penampilan ekspresif sang vokalis, Karel, yang tampil seliar Henry Rollins muda di masa awal Black Flag. Grimloc meluncurkan album Taruk, “Bara Dalam Lebam” pada Maret 2021.

Lose It All menutup Locdown Vol.1 malam itu bersama vokalis baru mereka, Rangga, sekaligus mempromosikan materi hardcore dalam album “Bentala Sirna” yang dirilis pada pertengahan Juli 2022.

Dari Grimloc, Herry “Ucok” Sutresna merasa saat ini memang waktunya Grimloc mengadakan acara bersama band yang telah merilis karya bersama mereka. Locdown Vol.1 menjadi awal Grimloc mempertemukan roster mereka bersama seluruh komunitas, setelah tertahan pandemi selama dua tahun lebih.

“Enggak penting kemudian besar atau segala macem, yang penting komunitasnya intim, erat, dan sebagainya. Begitu juga malam ini. Dari dulu kita pengen bikin showcase, kita enggak peduli penontonnya banyak atau penontonnya sedikit, main di tempat kecil atau main di tempat gede, yang penting kawan-kawan komunitas kita ngumpul, kita sharing,” ujarnya.

Bersama setumpuk band ragam genre yang menunggu giliran tampil, Grimloc bakal menyiapkan Locdown secara periodik dengan menampilkan line-up lebih bervariasi.

“Moga-moga ini rutin. Pengennya sebulan sekali, tapi kayaknya capek, jadi dua bulan sekali aja lah. Nanti ada sesi-sesi selanjutnya. Ada sesi yang lebih eksperimental. Kita mainin Kuntari dengan Flukeminimix, misalnya. Atau anak-anak hardcore gajleng, si Kidsway,” katanya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top
%d blogger menyukai ini: