Arm Your Desire, Cara Mindlock Jaga Konsistensi Old School Hardcore

Diinisiasi sejak 2018, unit hardcore asal Bandung, Mindlock, terus menjaga konsistensi supaya tetap produktif. Setelah mengenalkan hardcore old school ala Mindlock lewat single “Face Up To It,” pada 2020, dan EP “Feel The Power” pada 2021, tahun ini mereka melansir demo “Arm Your Desire” berisi 4 lagu.

Karya terbaru ini menjadi upaya mereka bertahan di ranah musik setelah didera bongkar-pasang personel. Hingga di tahun keempat karier mereka saat ini diisi oleh Bxjd (vokal), Van Halen (gitar), Givaril (bas), dan Farhandira (drum).

Rilisan terbaru ini juga mengalami transisi dari konsep musik karya sebelumnya, meski tetap melestarikan pengaruh dari New York Hardcore, Warzone.

“Soal band yang jadi referensi kami yaitu Warzone, salah satu band dari ghetto, Lower East Side crew, New York. Pengaruh musik old school hardcore ala Warzone tetap jadi pakem Mindlock dalam demo ini. Untuk persoalan lirik, dari seputar narasi soal komunitas yang otonom, sampai meludahi fasisme,” kata Mindlock.

Artwork rilisan ini sedikit banyak menggambarkan arah bermusik Mindlock. Latar putih menjadi dasar kanvas yang menonjolkan seekor anjing berbandana merah bernama Negro Matapacos, yang rutin hadir di antara para kerumunan saat aksi protes berminggu-minggu terjadi di negara Chili.

El Negro aktif terlibat dalam okupasi jalanan Santiago, Cili. Anjing hitam itu tidak pernah menyakiti warga sipil, tetapi selalu berubah menjadi agresif ketika berhadapan para polisi.  Ia ikut menyerang aparat dan militer bersama para pemberontakan lain. Ia

El Negro selalu berada di barisan depan saat bentrokan dengan polisi meledak, melindungi para pengunjuk rasa, menyerang polisi, membenci Watercanon, dan menemani para pengunjuk rasa di tengah bahaya.

“Soal artwork dan relevenasinya dengan lirik, tentu ada, yaitu kami sama-sama muak,” kata Mindlock.

Arm Your Desire:

Music & Lyrics by Mindlock;

Recording At Yans Studio By Gundem;

Mixing & Mastering by The Pandora Labs;

Artwork, Design & Layout by Akulahpeluru.

Foto: Mindlock.

Gagasan Mindlock

Tahun 2018, Mindlock mulai muncul ke permukaan ranah hardcore-punk di Kota Bandung, bersamaan dengan tumbuhnya generasi baru yang juga melahirkan band-band baru. Hardcore-punk menjadi begitu berpengaruh bagi kehidupan para personelnya.

“Tentu karena genre musik itu yang kita suka. Tapi kalo dijelasin secara rinci, ya karena hc/punk punya peran dalam hidup tiap individu yang ada di band ini,” ujar Mindlock.

Hardcore-punk memberikan mereka alternatif lain dalam menjalani hidup, dan alternatif itu mereka sendiri yang menciptakan. Gagasan-gagasan hardcore-punk membuat Mindlock bisa melihat keterkaitan segala hal dengan apa yang begitu dekat di sekeliling mereka.

“Membuat cara pandang kami pada dunia menjadi berbeda. Tentunya, karena hc/punk juga kami menjadi terkoneksi dengan kawan-kawan di luar kota atau bahkan sampai ke mancanegara membuat simpul bersama mereka yang tidak puas akan hidup ini,” ujar Mindlock.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: