Belajar dari Kehidupan Ikan Lewat Pameran Tunggal ‘Adab Baru’ Karya Erianto

MIKROFON.ID – Selama 3 Desember 2021 hingga 10 Januari 2022, Galeri Orbital Dago, Jln. Rancakendal Luhur No. 7, Bandung, dipadati oleh karya seniman Erianto dalam pameran tunggalnya bertajuk ‘Adab Baru.’

Sekumpulan lukisan Erianto yang dipamerkan kali ini berangkat dari perenungan dirinya menghadapi berbagai persoalan seputar pandemi Covid-19, yang memang tidak terhindarkan bagi setiap orang, dimanapun.

Lukisannya diisi oleh kehidupan ikan-ikan yang ia amati. Bagi Erianto, cara berkelompok ikan sungguh menarik.

“Baginya, mungkin wabah ini akan mengubah adab baru manusia di masa depan, dan tak salah untuk merenungi perilaku ikan-ikan tersebut,” tutur Rifky Goro Effendy, dalam catatan kurator pameran ‘Adab Baru’.

Koleksi pameran ‘Adab Baru’ diramaikan berbagai bentuk ikan yang diselingi dengan tanaman laut dengan penerapan warna-warna yang menyolok dan segar, dalam format segi empat kanvas atau bulat, disertai batas di setiap sisinya.

Format ini mengingatkan pada pola-pola bentuk ragam hias pada bentuk kriya tekstil seperti pada rajutan sapu tangan, seprei, dan lain sebagainya.

Tetapi penggambaran ikan pada lukisan pria kelahiran Agam, Sumatera Barat 1983 itu lebih kepada mempersoalkan cara hidup ikan yang ia amati.

Bagi Erianto, kehidupan ikan menarik. Walaupun ikan-ikan tersebut hidup dan bergerak secara berkelompok tetapi tidak pernah bersentuhan satu sama lain.

“Mereka hidup harmonis dengan alamnya. Hal ini terbalik dengan kenyataan adab manusia yang mengutamakan akal dan hubungan sosial yang intim tetapi cenderung destruktif,” ujar Rifky.

Erianto selalu menemukan ketertarikan untuk mengeksplorasi lukisan permukaan materi, seperti permukaan kayu lapis, karton, plastik, peti kayu dan lain sebagainya.

Kemudian, materi disiapkan untuk dieksplorasi melalui keterampilan melukis realistik, sehingga mampu mengecoh dan mempermainkan penglihatan.

Erianto sering menciptakan ilusi berbagai benda atau barang yang akrab di sekelilingnya bukan sebagai subyek lukisan, tetapi justru sekaligus menjadikan bentuk lukisan sebagai objek atau benda, walaupun begitu dalam tiap seri lukisannya selalu mempunyai sisi-sisi puitis dan tema. 

“Karya-karya lukisannya yang saat ini masih mempermainkan lukisan sebagai objek sekaligus terhubung dengan pengalamannya dalam menghadapi situasi terkini,” ujar Rifky.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top
%d blogger menyukai ini: