mikrofon.id

Bandung Art Month Ke-4: Kepuasan Kaum Urban di Perkotaan, Bahagia Anak Kampung di Kaki Gunung

BAM 2021 ini menyediakan berbagai kegiatan seni secara daring maupun luring dengan prokes Covid-19, mulai dari pameran , open studio, dll. Foto: Bandung Art Month.

MIKROFON.ID – Menjaga konsistensinya, Bandung Art Month kembali digelar pada 2021, atau di tahun ke-4 pesta tahunan ini.

Bandung Art Month yang bertema “4kses” ini akan digelar pada kurun waktu 21 Agustus hingga 21 September 2021, atau bahkan diperpanjang mengikuti animo yang terus bertambah.

BAM 2021 ini menyediakan berbagai kegiatan seni secara daring maupun luring dengan prokes Covid-19, mulai dari pameran , open studio, lokakarya, diskusi, dan lainnya. Karena pameran tidak membuka kerumunan, kunjungan bisa diatur.

Penyelenggara acara tahun ini memang tidak sebanyak “EDANKEUN” BAM Ke-3 pada 2020 yang diikuti lebih dari 90 acara baik daring maupun luring, di sekitar Bandung Raya.

“Ada 28 acara, kemungkinan masih akan terus bertambah, terutama mungkin yang bertambah workshop dan diskusi online seperti Instagram Live atau Zoom, biasanya dilangsungkan mendadak,” ujar, Founder Bandung Art Month, Rifky “Goro” Effendy, di Bandung, Kamis, 9 September 2021.

Acara boleh jadi tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Tetapi coba lihat di akun-akun Instagram seniman dan galeri yang terlibat ikut meramaikan, suasananya begitu menyenangkan.

Ada anak-anak yang bermain warna menggunakan daun, balon, atau bubble wrap, bersama Selira Kirana, di Kampung Paratag Wetan, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Atau kekaguman penikmat seni yang larut dalam perjalanan 50 tahun karier kesenimanan Rita Widagdo lewat pameran “Ekuilibrium,” di Selasar Sunaryo Art Space.

Selain itu, masih banyak bertaburan ruang-ruang ekspresi yang seolah membuka harapan bersama: menjelang masa pemulihan, menerjang masa pandemi.

Adapun venue dan organisasi yang ikut meramaikan acara Bandung Art Month “4kses” 2021 ini yakni:

  1. Selasar Sunaryo Art Space;
  2. Galeri Ruang Dini;
  3. Orbital Dago;
  4. Thee Huis Gallery, Taman Budaya Jawa Barat;
  5. Nuart Park;
  6. Prodi Seni Rupa ITB;
  7. Studio Selirakirana, Bandung Barat;
  8. Galeri Lumbung Plastik, Cigondewah;
  9. Idealoka Virtual Galeri, Universitas Telkom;
  10. Rakarsa;
  11. Indeks.id;
  12. Rumah Zafa;
  13. Studio Mrengess;
  14. Sanggar Olah Seni;
  15. Raws Syndicate;
  16. Gaung Bandung IMG ITB;
  17. Desain Produk Itenas;
  18. Bandung Photography Triennale;
  19. Griya Seni Popo Iskandar;
  20. WINOMINO;
  21. Design Ethno ITB.

Rifky menuturkan, tahun lalu acara daring paling banyak. Tahun ini kemungkin acara virtual masih ada, tetapi karena sudah boleh bergerak, sudah divaksin, jadi muncul semacam peralihan menuju tatap muka.

Meski begitu, untuk menggelar pameran itu harus menyiapkan rencana dan venue sebulan sebelumnya. Sebab, perubahan PPKM yang diumumkan pemerintah berubah setiap seminggu.

“Kondisi itu sedikit menghambat. Tetapi semangat seniman untuk menggelar acara cukup tinggi,” ujar Rifky.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: